๐Ÿ‡ด๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ท Lebih banyak minyak akhirnya mulai mengalir melewati Selat Hormuz.

Sekitar 6 hingga 8 juta barel per hari kini menyeberang, masih kira-kira separuh dari jumlah yang bergerak sebelum perang Iran.

Dan produsen di Teluk menjadi lebih kreatif untuk memindahkan lebih banyak lagi. Beberapa kapal tanker mengangkut minyak tepat di luar Teluk Persia, lalu memindahkannya ke kapal lain yang tidak mau mengambil risiko melewati Hormuz sendiri.

Hal ini membantu Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait memindahkan lebih banyak minyak, sementara ekspor Iran sendiri tetap terblokir oleh AS.

Dan seiring lebih banyak barel yang keluar, harga minyak akhirnya mendapat sedikit bantuan juga.

Hormuz masih berbahaya, tetapi setidaknya arus transportasi minyak bergerak ke arah yang benar.

Sumber: Bloomberg