Sidik jari Washington ada di mana-mana dalam krisis keuangan 2008, tetapi kebanyakan orang masih belum tahu cerita lengkapnya.
Narasi yang telah kita terima selama 15+ tahun: bank-bank Wall Street yang serakah menyebabkan kehancuran lewat pinjaman ceroboh dan derivatif. Tamat cerita.
Namun kenyataannya? Kebijakan perumahan pemerintah, Fannie Mae, Freddie Mac, dan Community Reinvestment Act menciptakan kondisi agar subprime meledak. Para politisi mendorong tingkat kepemilikan rumah ke level yang tidak berkelanjutan, mensubsidi pinjaman-pinjaman buruk, lalu menunjuk jari pada bank ketika semuanya runtuh.
Fannie dan Freddie saja memegang atau menjamin lebih dari $5 triliun hipotek pada tahun 2008. Mereka membeli sampah subprime untuk memenuhi mandat perumahan yang terjangkau. Para GSE itu bukan korban—mereka adalah titik nol.
Tapi mengaku itu berarti mengakui bahwa pemerintah yang merekayasa krisisnya. Jadi sebagai gantinya, kita mendapat Dodd-Frank, yang membuat sistem perbankan makin terkonsentrasi dan memberi regulator lebih banyak kekuasaan.
Gerakan klasik DC: ciptakan masalah, salahkan pihak lain, lalu perluas wewenang Anda untuk “memperbaikinya”.
Krisis 2008 itu bukan kegagalan pasar. Itu kegagalan kebijakan dengan kampanye PR yang sangat sukses.
Narasi yang telah kita terima selama 15+ tahun: bank-bank Wall Street yang serakah menyebabkan kehancuran lewat pinjaman ceroboh dan derivatif. Tamat cerita.
Namun kenyataannya? Kebijakan perumahan pemerintah, Fannie Mae, Freddie Mac, dan Community Reinvestment Act menciptakan kondisi agar subprime meledak. Para politisi mendorong tingkat kepemilikan rumah ke level yang tidak berkelanjutan, mensubsidi pinjaman-pinjaman buruk, lalu menunjuk jari pada bank ketika semuanya runtuh.
Fannie dan Freddie saja memegang atau menjamin lebih dari $5 triliun hipotek pada tahun 2008. Mereka membeli sampah subprime untuk memenuhi mandat perumahan yang terjangkau. Para GSE itu bukan korban—mereka adalah titik nol.
Tapi mengaku itu berarti mengakui bahwa pemerintah yang merekayasa krisisnya. Jadi sebagai gantinya, kita mendapat Dodd-Frank, yang membuat sistem perbankan makin terkonsentrasi dan memberi regulator lebih banyak kekuasaan.
Gerakan klasik DC: ciptakan masalah, salahkan pihak lain, lalu perluas wewenang Anda untuk “memperbaikinya”.
Krisis 2008 itu bukan kegagalan pasar. Itu kegagalan kebijakan dengan kampanye PR yang sangat sukses.