Memalsukan dokumen untuk menipu pinjaman hingga puluhan juta dolar AS; perantara pinjaman di AS dihukum 58 bulan penjara, sempat buron ke Korea
Pada 26 Agustus, jaksa federal di Texas, Amerika Serikat, mengumumkan bahwa seorang perantara pinjaman berusia 46 tahun bernama Kwanghee Anh yang berasal dari Dallas dijatuhi hukuman 58 bulan penjara karena terlibat dalam konspirasi penipuan perbankan jangka panjang, serta diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 8.340,6 ribu dolar AS kepada lembaga keuangan yang menjadi korban.
Berdasarkan berkas perkara, Kwanghee Anh yang pernah bekerja di Preferred Marketing Group, selama periode Januari 2014 hingga Maret 2016, bersama rekan-rekannya melakukan pemalsuan massal atas formulir pajak W-2 pelanggan, slip gaji, serta surat keterangan pekerjaan, dan sejenisnya.
Kelompok ini meningkatkan pendapatan pelanggan secara fiktif dan mengarang latar belakang pekerjaan, sehingga membantu pelanggan menyusun pengajuan pinjaman palsu, lalu menyerahkannya kepada beberapa lembaga pemberi pinjaman di North Texas yang diasuransikan secara federal.
Operasi penipuan ini secara langsung mengakibatkan lembaga keuangan menyalurkan setidaknya 10 juta dolar AS pinjaman bermasalah. Seiring para peminjam mulai gagal bayar secara bertahap, kerugian aktual yang dialami bank akhirnya melebihi 8,3 juta dolar AS.
Saat perkara memasuki tahap penyelidikan dan penegakan, Kwanghee Anh melarikan diri ke luar negeri pada tahun 2017, hingga akhirnya ditangkap di Korea pada September 2025. Baru pada bulan November di tahun yang sama ia diekstradisi kembali ke AS untuk diadili.
Pada 17 Maret tahun ini, Kwanghee Anh secara resmi mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi penipuan perbankan. Perkara ini diselidiki oleh FBI Divisi Dallas, sementara kantor kejaksaan federal bagian penipuan menyelesaikan berkas dakwaan.
Jaksa penuntut dan FBI dalam pernyataan mereka menekankan bahwa tindakan pemalsuan seperti ini secara serius merusak kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. Keduanya selanjutnya akan terus secara tegas menindak semua kejahatan penipuan yang mengganggu stabilitas industri perbankan.
#银行诈骗 #金融欺诈
Pada 26 Agustus, jaksa federal di Texas, Amerika Serikat, mengumumkan bahwa seorang perantara pinjaman berusia 46 tahun bernama Kwanghee Anh yang berasal dari Dallas dijatuhi hukuman 58 bulan penjara karena terlibat dalam konspirasi penipuan perbankan jangka panjang, serta diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 8.340,6 ribu dolar AS kepada lembaga keuangan yang menjadi korban.
Berdasarkan berkas perkara, Kwanghee Anh yang pernah bekerja di Preferred Marketing Group, selama periode Januari 2014 hingga Maret 2016, bersama rekan-rekannya melakukan pemalsuan massal atas formulir pajak W-2 pelanggan, slip gaji, serta surat keterangan pekerjaan, dan sejenisnya.
Kelompok ini meningkatkan pendapatan pelanggan secara fiktif dan mengarang latar belakang pekerjaan, sehingga membantu pelanggan menyusun pengajuan pinjaman palsu, lalu menyerahkannya kepada beberapa lembaga pemberi pinjaman di North Texas yang diasuransikan secara federal.
Operasi penipuan ini secara langsung mengakibatkan lembaga keuangan menyalurkan setidaknya 10 juta dolar AS pinjaman bermasalah. Seiring para peminjam mulai gagal bayar secara bertahap, kerugian aktual yang dialami bank akhirnya melebihi 8,3 juta dolar AS.
Saat perkara memasuki tahap penyelidikan dan penegakan, Kwanghee Anh melarikan diri ke luar negeri pada tahun 2017, hingga akhirnya ditangkap di Korea pada September 2025. Baru pada bulan November di tahun yang sama ia diekstradisi kembali ke AS untuk diadili.
Pada 17 Maret tahun ini, Kwanghee Anh secara resmi mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi penipuan perbankan. Perkara ini diselidiki oleh FBI Divisi Dallas, sementara kantor kejaksaan federal bagian penipuan menyelesaikan berkas dakwaan.
Jaksa penuntut dan FBI dalam pernyataan mereka menekankan bahwa tindakan pemalsuan seperti ini secara serius merusak kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. Keduanya selanjutnya akan terus secara tegas menindak semua kejahatan penipuan yang mengganggu stabilitas industri perbankan.
#银行诈骗 #金融欺诈

