Kontrak pintar dan tata kelola: risiko yang sering diabaikan banyak investor

Ini adalah pelajaran yang nilainya lebih dari sekadar prediksi harga.

Sebuah protokol DeFi dapat memiliki:

✅ kode yang diaudit
✅ jutaan dolar yang terkunci
✅ ribuan pengguna
✅ sudah beroperasi selama bertahun-tahun

Namun tetap saja bisa mengalami serangan.

Kasus terbaru Term Labs menunjukkan bahwa kerentanan tidak selalu ada pada kontrak utama. #SmartContracts

Bisa jadi ada pada tata kelolanya.
Jika seseorang berhasil mendapatkan cukup kekuatan suara, mereka dapat mengubah keputusan-keputusan penting atau mengizinkan langkah yang pada akhirnya memengaruhi dana yang didepositkan.

Karena itu, sebelum menyetor uang ke DeFi, tidak cukup hanya bertanya:

"Apakah protokol ini aman?"

Anda perlu bertanya:

🔎 Siapa yang mengendalikan tata kelola?
🔎 Seberapa besar kekuatan yang dibutuhkan penyerang?
🔎 Apakah ada timelock?
🔎 Apakah ada multisig?
🔎 Apa yang dapat disetujui oleh sebuah proposal?

🚨 Di DeFi, desentralisasi dapat mengurangi perantara, tetapi tidak menghilangkan risiko.

Kasus Term Labs, dengan kerugian yang diperkirakan sekitar 8,5 juta dolar, adalah pengingat lain bahwa dalam kripto, profitabilitas selalu harus dianalisis bersama risikonya.