Pesan BlockBeats, 26 Agustus, kantor penyiaran Republik Islam Iran melaporkan, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Garibabadi, menyatakan bahwa berdasarkan kesepakatan baru yang dicapai antara Iran dan Oman terkait jalur baru di Selat Hormuz, rute yang memasuki Teluk Persia akan melewati wilayah perairan Iran, sedangkan rute yang meninggalkan Teluk Persia akan melewati wilayah perairan Oman dan Iran. Tidak ada kapal perang yang boleh melintasi selat tersebut, hanya kapal dagang yang diizinkan untuk berlayar.
Garibabadi mengatakan bahwa kesepakatan antara Iran dan Oman tersebut tidak berarti Selat Hormuz akan segera dibuka. Pengaturan pelayaran di atas merupakan langkah sementara, dan kedua negara selanjutnya akan mengadakan negosiasi dalam waktu 30 hingga 60 hari untuk menetapkan jalur permanen baru. Garibabadi menekankan bahwa jika permintaan dan persyaratan Iran tidak dipenuhi, Selat Hormuz akan tetap tertutup. Ia menyatakan syarat untuk membuka kembali selat tersebut mencakup penghentian sepenuhnya seluruh pertempuran, termasuk di front Lebanon, pencabutan blokade, penyelesaian yang tepat atas masalah Yaman; selain itu, Amerika Serikat harus sepenuhnya memenuhi semua komitmen yang sebelumnya gagal dipenuhinya. Garibabadi mengatakan bahwa klaim AS telah membersihkan ranjau Selat Hormuz adalah "kebohongan propaganda", dan Iran akan menyerang kapal-kapal penyapu ranjau AS yang memasuki kawasan tersebut.
