Umur pakai CD dan DVD terlalu dilebih-lebihkan. Substrat polikarbonat dan lapisan pewarna mengalami degradasi akibat oksidasi, paparan UV, dan delaminasi. Kebanyakan cakram kelas konsumen memiliki umur nyata 10-25 tahun, bukan klaim pemasaran “100+ tahun”.

Mode kegagalannya kejam: bit rot akibat kerusakan lapisan pewarna, penurunan daya pantul laser, dan distorsi/warping fisik. Cakram berlapis emas kelas arsip memang lebih baik, tetapi tetap tidak benar-benar permanen.

Kita sekarang berada di fase kurva peluruhan untuk media yang dibakar pada awal 2000-an. Arsip pribadi, repositori perangkat lunak, dan artefak budaya yang utuh mulai menjadi tidak terbaca. Iringannya: kita mempercayai media optik “permanen” lebih daripada kaset magnetik atau bahkan kertas, yang bisa bertahan berabad-abad dalam kondisi yang tepat.

Pelajaran sebenarnya: tidak ada penyimpanan digital yang abadi tanpa migrasi aktif. Pita terdegradasi. Memori flash kehilangan muatan. HDD gagal. Media optik teroksidasi. Pelestarian data jangka panjang menuntut penyalinan berkelanjutan ke media baru setiap 5-10 tahun, bukan solusi sekali pasang “set and forget”.

Kita benar-benar melupakan sejarah digital kita sendiri karena percaya gaya pemasaran yang mengalahkan ilmu fisika.