INI BISA BESAR SEKALI. 🇺🇸
Kementerian Keuangan AS sedang mempertimbangkan penggunaan uang dari rekening kasnya yang nyaris $1 TRILIUN untuk membantu mendanai pembelian kembali obligasi yang lebih besar.
Ya — pemerintah AS bisa menggunakan kasnya sendiri untuk membeli kembali lebih banyak utangnya.
Kementerian Keuangan telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi berjangka lebih panjang, dengan pembelian obligasi Treasury tenor 10–30 tahun ditargetkan minimal dua kali lipat menjadi $4 miliar per operasi. Pejabat juga mengatakan Treasury General Account (TGA), yang baru-baru ini berisi sekitar $940 miliar, berpotensi membantu mendanai pembelian tersebut.
Mengapa ini penting?
Saat Kementerian Keuangan membeli obligasi, itu menciptakan permintaan tambahan. Harga obligasi bisa naik, imbal hasil bisa turun, dan kondisi keuangan bisa menjadi lebih mudah.
Dan jika Kementerian Keuangan mulai membelanjakan saldo kas besarnya di Federal Reserve, itu juga dapat mendorong lebih banyak uang mengalir ke sistem keuangan.
Di sinilah semuanya menjadi menarik.
Likuiditas yang lebih tinggi dan imbal hasil yang lebih rendah bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi aset berisiko.
Saham bisa diuntungkan.
Emas bisa diuntungkan.
Kripto bisa diuntungkan.
Tapi ada satu detail SANGAT penting:
Ini bukan hal yang sama dengan Federal Reserve mencetak uang $1 triliun atau meluncurkan program QE baru senilai $1 triliun.
Dan Kementerian Keuangan belum mengumumkan bahwa pihaknya akan membelanjakan penuh $1 triliun untuk pembelian kembali obligasi. Pejabat mempertimbangkan TGA sebagai sumber pendanaan, sementara ukuran sebenarnya dan waktunya masih belum pasti.
Jadi, judulnya terdengar sangat besar, tapi detailnya yang menentukan.
Jika Kementerian Keuangan benar-benar mulai menarik dana dari tumpukan kas ini sambil agresif membeli kembali utang jangka panjang, pasar akan memperhatikan setiap dolar.
Karena ketika likuiditas mulai bergerak…
kripto, emas, dan saham biasanya langsung memperhatikan. 👀
Kementerian Keuangan AS sedang mempertimbangkan penggunaan uang dari rekening kasnya yang nyaris $1 TRILIUN untuk membantu mendanai pembelian kembali obligasi yang lebih besar.
Ya — pemerintah AS bisa menggunakan kasnya sendiri untuk membeli kembali lebih banyak utangnya.
Kementerian Keuangan telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi berjangka lebih panjang, dengan pembelian obligasi Treasury tenor 10–30 tahun ditargetkan minimal dua kali lipat menjadi $4 miliar per operasi. Pejabat juga mengatakan Treasury General Account (TGA), yang baru-baru ini berisi sekitar $940 miliar, berpotensi membantu mendanai pembelian tersebut.
Mengapa ini penting?
Saat Kementerian Keuangan membeli obligasi, itu menciptakan permintaan tambahan. Harga obligasi bisa naik, imbal hasil bisa turun, dan kondisi keuangan bisa menjadi lebih mudah.
Dan jika Kementerian Keuangan mulai membelanjakan saldo kas besarnya di Federal Reserve, itu juga dapat mendorong lebih banyak uang mengalir ke sistem keuangan.
Di sinilah semuanya menjadi menarik.
Likuiditas yang lebih tinggi dan imbal hasil yang lebih rendah bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi aset berisiko.
Saham bisa diuntungkan.
Emas bisa diuntungkan.
Kripto bisa diuntungkan.
Tapi ada satu detail SANGAT penting:
Ini bukan hal yang sama dengan Federal Reserve mencetak uang $1 triliun atau meluncurkan program QE baru senilai $1 triliun.
Dan Kementerian Keuangan belum mengumumkan bahwa pihaknya akan membelanjakan penuh $1 triliun untuk pembelian kembali obligasi. Pejabat mempertimbangkan TGA sebagai sumber pendanaan, sementara ukuran sebenarnya dan waktunya masih belum pasti.
Jadi, judulnya terdengar sangat besar, tapi detailnya yang menentukan.
Jika Kementerian Keuangan benar-benar mulai menarik dana dari tumpukan kas ini sambil agresif membeli kembali utang jangka panjang, pasar akan memperhatikan setiap dolar.
Karena ketika likuiditas mulai bergerak…
kripto, emas, dan saham biasanya langsung memperhatikan. 👀

