Tether dalam proyek penambangan Bitcoin di Uruguay akhirnya berakhir dengan penghentian total (stagnasi) akibat sengketa kontrak

Pada 24 Agustus, menurut laporan Reuters, sengketa kontrak antara Tether dan perusahaan listrik milik negara Uruguay, UTE, menyebabkan dua proyek penambangan yang bernilai sekitar 120 juta dolar AS tertunda.

Menurut laporan tersebut, inti perbedaan di antara kedua pihak adalah penafsiran ketentuan pasokan listrik. Tether berpendapat bahwa jumlah pasokan listrik yang tercantum dalam kontrak harus disesuaikan ke atas sesuai kebutuhan operasional, sedangkan UTE bersikukuh bahwa angka tersebut adalah batas maksimum dan tidak ada ruang untuk kenaikan.

Kedua pihak sempat mencoba menyelesaikan perbedaan tersebut dengan menandatangani kontrak yang telah direvisi, namun perwakilan Tether tidak hadir dalam tahap penandatanganan resmi, sehingga proses negosiasi akhirnya buntu.

Setelah itu, Tether melalui entitas hukumnya di Uruguay, Microfin, menghentikan pembayaran tagihan listrik dua bulan setelah terjadi pergantian pemerintahan, yang semakin memperuncing ketegangan dengan perusahaan listrik milik negara UTE.

Seiring masalah tunggakan yang terus memburuk, UTE akhirnya memutus pasokan listrik ke fasilitas penambangan pada 25 Juli 2025, sehingga seluruh proyek penambangan mengalami penghentian.

Beberapa bulan setelah listrik diputus, pada 25 November Tether akhirnya mengajukan pemberitahuan resmi ke departemen tenaga kerja Uruguay, mengumumkan penghentian operasi lokal dan pemutusan kerja sebagian besar karyawan.

Hal ini juga berarti bahwa rencana Tether untuk menjadikan Uruguay sebagai tempat uji coba pasar Amerika Selatan semula terpaksa berakhir dengan penghentian proyek sepenuhnya akibat sengketa pasokan listrik.

#Tether #比特币挖矿