JP Morgan menarik perbandingan antara kegilaan AI saat ini dan gelembung dot-com.

Ini bukan pertama kalinya kita mendengar perbandingan seperti itu, tetapi ada baiknya diingat: krisis dot-com tidak mematikan internet. Krisis tersebut menghancurkan perusahaan-perusahaan yang terlalu dinilai tinggi (overvalued) dan tidak memiliki jalur menuju profit.

Logika yang sama berlaku di sini. AI itu nyata, teknologinya bekerja, dan sudah menghasilkan pendapatan untuk beberapa perusahaan. Namun itu tidak berarti setiap saham yang memiliki “AI” dalam materi presentasinya pantas mendapatkan kelipatan 50x.

Pertanyaannya bukan apakah AI bersifat transformatif—jelas bersifat demikian. Pertanyaannya adalah perusahaan mana yang benar-benar bisa memonetisasikannya secara skala, dan berapa harga yang wajar untuk dibayar hari ini bagi keuntungan yang mungkin baru tiba dalam 5-10 tahun.

Sejarah menunjukkan bahwa pemenang dari siklus-siklus seperti ini jarang terlihat jelas sejak awal. Dan para pemimpin awal sering kali bukan mereka yang masih bertahan ketika debu mulai mengendap.