⚡ Proyek penambangan Bitcoin senilai $120 juta milik Tether di Uruguay baru saja runtuh.

Tether telah meninggalkan proyek penambangan Bitcoin senilai sekitar $120 juta di Uruguay setelah berselisih dengan perusahaan listrik milik negara UTE mengenai jumlah listrik yang diizinkan untuk digunakan.

Masalahnya terletak pada cara memahami kontrak:
⚡ Tether: jumlah listrik yang dijanjikan adalah tingkat minimum, yang bisa ditambah.
⚡ UTE: itu adalah batas maksimum.

Dua pusat penambangan di Florida awalnya masih beroperasi dan menghasilkan pendapatan, tetapi ketika kebutuhan listrik meningkat, pemadaman listrik yang berlangsung selama berhari-hari mulai muncul.

Setelah Microfin, badan hukum Tether di Uruguay, berhenti membayar tagihan, UTE memutus aliran listrik pada 25/7/2025.

Setelah itu, Tether mengumumkan penghentian operasi dan mem-PHK sebagian besar karyawan.

Reuters memperkirakan Tether telah menghabiskan sekitar $120 juta untuk proyek tersebut.

Saya melihat cerita ini cukup menarik:

Penambangan Bitcoin bukan hanya soal mesin penambang dan hash rate.
Listrik adalah infrastruktur yang benar-benar vital.

Anda bisa saja punya ratusan juta dolar untuk diinvestasikan, tapi jika perjanjian power tidak jelas, seluruh operasi mining tetap bisa berujung buntu. 💀

Tether dulu pernah menyebut Uruguay sebagai “landasan ideal” untuk mulai memperluas aktivitas mining di Amerika Selatan.

Kini saatnya:
$120M lesson learned.
Bitcoin tidak perlu tidur.
Mining rigs ada. 😭

#BrainrotCrypto #Tether