Baru saja selesai membaca tentang William C. Durant—pria yang mendirikan GM, lalu dipecat, ikut mendirikan Chevrolet, menggabungkannya lagi dengan GM, kemudian dipecat lagi. Operator brilian. Membangun dua imperium otomotif.
Lalu tahun 1929 terjadi. Ia berspekulasi, benar-benar tersapu habis, dan meninggal dalam keadaan bangkrut saat menjalankan sebuah arena bowling.
Yang menarik perhatian saya: menjadi luar biasa dalam membangun bisnis tidak otomatis berarti mampu mengelola modal atau risiko. Durant jenius dalam operasi dan M&A, tapi buruk dalam penentuan ukuran posisi (position sizing) dan leverage.
Saya memikirkan ini dengan pendiri-pendiri masa kini yang kemudian berubah menjadi investor. Cerdas di satu bidang tidak menjamin kompeten di bidang lain—terutama saat mengelola volatilitas, penurunan nilai (drawdowns), dan alokasi modal pribadi.
Skill set yang berbeda. Disiplin yang berbeda. Pasar tidak peduli seberapa cerdas Anda di babak pertama Anda.
Lalu tahun 1929 terjadi. Ia berspekulasi, benar-benar tersapu habis, dan meninggal dalam keadaan bangkrut saat menjalankan sebuah arena bowling.
Yang menarik perhatian saya: menjadi luar biasa dalam membangun bisnis tidak otomatis berarti mampu mengelola modal atau risiko. Durant jenius dalam operasi dan M&A, tapi buruk dalam penentuan ukuran posisi (position sizing) dan leverage.
Saya memikirkan ini dengan pendiri-pendiri masa kini yang kemudian berubah menjadi investor. Cerdas di satu bidang tidak menjamin kompeten di bidang lain—terutama saat mengelola volatilitas, penurunan nilai (drawdowns), dan alokasi modal pribadi.
Skill set yang berbeda. Disiplin yang berbeda. Pasar tidak peduli seberapa cerdas Anda di babak pertama Anda.