Sebagian orang berpikirannya aneh: selama tren belum berbalik, mereka hanya menunggu penurunan terakhir, lalu baru mulai buyback (membidik posisi bawah). Menurut mereka, penurunan terakhir itu bisa menembus ke harga terendah, sehingga mereka bisa mengumpulkan koin di level paling bawah. Akibatnya, biasanya mereka tidak pernah menunggu “penurunan terakhir” versi pikiran mereka; ekor beruang (bear tail) sering kali pergi dengan senyap, dan pada akhirnya orang itu masih harus mengejar kenaikan dengan harga yang lebih tinggi untuk masuk.

Kalau harga turun ke bawah 65000 tidak mau beli, di bawah 62000 juga tidak mau, 59800 tidak mau, 58000 pun tidak mau. Harus menunggu harga ideal versi mereka sendiri—52000, 48000, 42000, bahkan 35000—baru beli. Kamu pikir lembaga-lembaga besar itu bodoh, mau memberimu koin semurah itu?

Selama tren belum berbalik, baru ada kesempatan membeli btc di bawah 74000. Begitu tren berbalik, di bawah 74000 sudah tidak tercapai—jadi satu-satunya cara adalah beli dengan harga pasar. Reli bull market pertama pada 2024–2025 yang langsung menembus seratus ribu itu hasil dari dorongan setelah harga bertahan di 74000, lalu melakukan akselerasi. Jadi, kalau tren benar-benar sudah berbalik, apakah itu masih bisa disebut “menangkap dasar” (tunggu bottom)? Dalam waktu yang cukup lama, bukankah tetap bisa membeli btc di bawah 65000? Lalu kenapa harus berjudi menunggu tren berbalik dulu, baru terpaksa masuk membeli koin yang harganya 1w lebih mahal daripada 65000?

Hal yang sama juga berlaku untuk eth. Umumnya, di bawah 1960 termasuk area dasar. 1722–1500 termasuk rentang untuk buyback/menangkap dasar. Banyak orang tidak beli spot ketika 1555, masih berharap bisa membeli eth di bawah 1000. Hasilnya…