#termmax @TermMax
Saya melihat vault TermMax hari ini dan menyadari mungkin saya selama ini memulai dengan angka yang salah.
APY adalah hal paling mudah untuk diperhatikan, tetapi itu tidak benar-benar memberi saya gambaran tentang apa yang sedang saya hadapi.
Ambil Vault USDC V2. Di sana terlihat sekitar $5,82M TVL, 4,36% APY, dan utilisasi 75,7%, yang berarti kira-kira 24,3% dari modal saat ini masih menganggur.

Lalu saya melihat lebih dalam pada alokasi.
Sekitar 68,98% terkonsentrasi di satu pasar saja, dengan 92% LLTV.

Bagi saya, angka-angka itu jauh lebih menjelaskan tentang vault dibanding APY. Angka-angka tersebut menunjukkan ke mana sebenarnya modal sedang mengalir dan jenis risiko apa yang menjadi fondasi dari imbal hasil tersebut.

Itu juga membuat saya menelusuri bagaimana TermMax menyusun posisi dasarnya.

Sebuah pinjaman di sini bukan sekadar satu posisi besar. Jaminan akan dikunci, dan peminjam menerima Gearing Token (GT), sementara sisi utang dipisahkan menjadi Fixed-Rate Token (FT) dan sebuah X Token (XT).

Pem”isahan” itu sebenarnya penting bagi saya karena membuat eksposur lebih mudah dipahami dan diperdagangkan. Seseorang yang ingin eksposur pendapatan tetap bisa memegang FT tanpa harus mengambil seluruh posisi pinjamannya sendiri.

Kemudian lapisan vault berada di atas struktur tersebut.

Kurator seperti MEV Capital dan Keyrock dapat mengalokasikan setoran ke berbagai pasar berjangka, sehingga pengguna tidak perlu memilih satu per satu setiap jatuh tempo dan tingkat bunganya secara manual. Bahkan modal yang menunggu untuk dipasangkan pun bisa mendapatkan base yield.

Jadi semakin saya melihatnya, semakin saya tidak ingin memulai dari APY.

Daftar cek saya semakin menjadi:

Utilization → allocation concentration → LLTV → vault cap → timelock → APY

Karena cap $50M, timelock 24 jam, atau alokasi yang terkonsentrasi bisa jauh lebih berpengaruh daripada apakah APY mengatakan 4% atau 6%.
Saya mulai berpikir APY seharusnya menjadi angka terakhir yang saya gunakan untuk menilai sebuah vault, bukan yang pertama.
Pahami dulu ke mana modal pergi.

Lalu pahami bagaimana posisi itu disusun.

Baru kemudian putuskan apakah imbal hasilnya benar-benar sepadan.