Di Interactive Brokers (IBKR), ada hal tentang pasar prediksi Kalshi—kenapa tidak ada yang membahas itu? Di bursa, pasar prediksi tertanam sudah jadi standar yang seharusnya.

Di pasar saham AS, ada saham-saham kripto; juga bisa membeli Bitcoin dan Ethereum. Ada pula aset-aset saham AS yang diterbitkan ke atas blockchain.

Di bursa kripto, selain bisa membeli aset kripto, sebagian besar saham juga bisa dibeli; deep liquidity dan akses langsung ke bursa saham AS.

Batas antara keduanya makin kabur. Sekarang bursa kripto punya saham AS, punya aset kripto, juga punya infrastruktur AI Agent, pasar prediksi, serta produk derivatif. Bisnis tiga perusahaan—Binance (nilai pasar $876 miliar), Robinhood ($855 miliar), dan Coinbase ($454 miliar)—saling tumpang tindih. Manajemen Binance dan Robinhood sangat bagus; setiap kali ada perubahan, mereka bisa cepat mengikuti. Efisiensi menghasilkan uang dan kontrol biaya juga baik. Binance lebih unggul karena lebih memahami pasar kripto, sedangkan Robinhood lebih baik dalam bisnis saham AS.

Coinbase termasuk peluang yang bersifat non-konsensus; potensi lonjakan harga sahamnya bisa sangat besar. Dibanding dua perusahaan di atas, Coinbase punya beberapa keunggulan pada infrastruktur AI Agent dan stablecoin. Coinbase sebelumnya juga semeja dengan dua perusahaan di atas, tetapi kontrol biaya dan manajemen mereka terlalu buruk. Setelah ETF Bitcoin dan ETF Ethereum diluncurkan, keunggulan unik yang tidak sepenuhnya sesuai standar (non-compliance uniqueness) sudah tidak ada, sehingga kinerja turun drastis.

Ke depan, penggabungan infrastruktur AI Agent dengan bisnis derivatif deribit belum diperhitungkan oleh pasar. Jika ekspektasi terwujud dengan sukses, ada peluang kembali ke kisaran awal tahun sebesar $200–250. Bisa lihat analisis saham terkait di lianyanshe. com/stockanalysis/?ticker=COIN