Analis Strategi: Rencana Repo Obligasi AS menjadi katalis kenaikan Bitcoin, target 180.000 USD berpotensi tercapai

Pada 21 Agustus, menurut laporan CoinDesk, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis mengatakan pemerintah memperkirakan akan melakukan operasi repo obligasi negara jangka panjang yang bersifat rutin, dan mungkin memperbesar skalanya, di atas rencana sebelumnya sebesar 4 miliar USD.

Bessent menyebut pemerintah ingin menstabilkan pasar obligasi melalui langkah ini, serta memastikan tingkat imbal hasil mencerminkan kondisi fundamental ekonomi. Setelah berita tersebut diumumkan, harga Bitcoin kembali meningkat lebih jauh, sempat mendekati 73.000 USD.

Strategi makro untuk pasar obligasi jangka panjang Mark Connors menilai rencana repo obligasi jangka panjang Kementerian Keuangan AS ini dapat menjadi katalis penting untuk mendorong putaran kenaikan Bitcoin berikutnya, sekaligus membuka peluang bagi BTC menuju 180.000 USD.

Menurut Connors, keterlibatan Kementerian Keuangan dalam aksi repo pasar obligasi merupakan sinyal penting, yang menunjukkan pemerintah sedang merespons tekanan akibat meningkatnya biaya pinjaman jangka panjang.

Secara lebih spesifik, imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi akan menarik arus dana ke pasar obligasi, sehingga pada gilirannya melemahkan masuknya dana ke aset berisiko seperti kripto; namun jika operasi repo mampu menopang harga obligasi dan menekan imbal hasil, maka tekanan makro yang dihadapi Bitcoin akan berkurang.

Kesimpulannya, membaiknya likuiditas makro yang dipicu oleh kebijakan ini tidak hanya menciptakan lingkungan pasar yang lebih kondusif bagi aset berisiko seperti Bitcoin, tetapi juga memberikan dukungan baru bagi ekspektasi investor terhadap kinerja harga BTC di masa depan.

#美债回购 #比特币