
Bitcoin hari ini (21) sempat menembus 75.000 dolar AS dan mencetak level tertinggi dalam lebih dari 3 bulan. Pesta kenaikan mendadak yang berbaur antara pelepasan likuiditas oleh Kementerian Keuangan AS, kabar kebijakan yang mendukung, dan aksi "short squeeze" membuat para short merugi hingga puluhan miliar dolar. Namun, di tengah euforia pasar, sejumlah analis justru memperingatkan bahwa saat ini ada risiko reli yang terlalu ditafsirkan. Apakah rebound ini sekadar umpan merespons, atau benar-benar titik awal bull market?
Berdasarkan data kuotasi CoinGecko, Bitcoin saat ini telah turun menjadi 74.533 dolar AS, dengan kenaikan sebesar 8,1% dalam 24 jam terakhir.
Katalis utama dari reli ini adalah keputusan Kementerian Keuangan AS untuk meningkatkan skala pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah dengan tenor 10 hingga 30 tahun, setidaknya hingga dua kali lipat. Selain itu, pihak Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) meluncurkan proposal pengecualian pendanaan untuk aset kripto, serta Presiden AS Donald Trump bertemu di Gedung Putih dengan para pemimpin industri dan mendesak agar Kongres segera menyetujui rancangan undang-undang struktur pasar kripto. Semua ini menambah bahan bakar bagi pasar.
Kenaikan Bitcoin yang kuat memicu pembantaian besar-besaran terhadap posisi short. Setelah pada hari Rabu nilai posisi long/short Bitcoin lebih dari 2,75 miliar dolar AS ditutup, dalam 24 jam terakhir kembali terjadi lonjakan sebesar 783 juta dolar AS akibat posisi yang dipaksa dipotong (ditutup paksa), dengan posisi short mencapai 747 juta dolar AS.
Analis memperingatkan: reli ini mungkin "terlalu cepat"
Melihat hiruk-pikuk pasar, seorang analis berpendapat bahwa reli saat ini tampaknya sudah mengalami distorsi. Kepala Analis MEXC Research, Shawn Young, mengatakan: "Pasar kripto memberikan penilaian terhadap intervensi Kementerian Keuangan yang jauh melampaui dampak nyata yang dapat ditimbulkannya."
Shawn Young menambahkan, langkah Kementerian Keuangan AS memang "membuka katup tekanan" bagi pasar. Namun, pasar kripto menafsirkannya sebagai pergeseran kebijakan yang cukup untuk mengubah kondisi pasar secara keseluruhan. Ia menilai, gejolak di pasar obligasi hanya mempercepat laju keluarnya para pemburu short, tetapi tidak benar-benar memperbaiki fundamental makroekonomi Bitcoin.
Shawn Young juga menjelaskan bahwa obligasi pemerintah AS masih bersaing dengan Bitcoin dalam perebutan dana marginal di pasar. Ia menyebutkan bahwa reli short squeeze yang begitu ganas terjadi karena sebelum Kementerian Keuangan mengeluarkan kabar, posisi pasar sudah sangat miring ke arah short. Ini berarti bahwa kebijakan yang mendukung hanyalah semacam "pemicu ledakan", bukan karena fundamental Bitcoin benar-benar menguat. Ia mengatakan:
Menurut saya, pergerakan kilat Bitcoin yang menembus 70.000 dolar AS memang terlalu cepat untuk disebut sudah waktunya.
Jangka panjang tetap bullish; pasar sedang "memulihkan" diri dari keterpurukan
Zeus Research analis Dominick John berpendapat bahwa posisi short mengalami likuidasi besar-besaran, sehingga dalam jangka pendek harga Bitcoin masih mungkin terus didorong lebih tinggi. Namun, hal itu sekaligus menghabiskan momentum beli yang muncul dari "forced buyback" (pembalikan paksa).
Dominick John memperingatkan bahwa begitu posisi short yang terlalu padat dibersihkan dari pasar, kenaikan berikutnya harus didukung oleh permintaan spot yang benar-benar nyata, likuiditas, serta fundamental makroekonomi, dan tidak lagi mengandalkan penutupan short. Ia mengatakan:
Tantangan yang sesungguhnya sekarang adalah apakah ada dana riil baru yang bersedia masuk, agar reli "short squeeze" ini berubah menjadi tren kenaikan yang berkelanjutan.
Dominick John menekankan bahwa meski reli Bitcoin di jangka pendek mulai mereda, prospek jangka menengah-panjang pasar kripto masih cenderung bullish. Ia juga memandang (Rancangan Undang-Undang Pasar Aset Digital yang mungkin disahkan pada September) sebagai katalis, yakni RUU CLARITY (Undang-Undang CLARITY). Ia berkata: "Secara keseluruhan, pasar kripto sedang keluar dari suasana lesu musim panas. Seiring meningkatnya risk appetite, indeks Bitcoin Fear & Greed kembali ke zona serakah."
Ia menambahkan bahwa meski saat ini kenaikan masih terkonsentrasi pada sebagian aset, perbaikan sentimen pasar, ketatnya pasokan, dan menguatnya fundamental menunjukkan bahwa pasar sedang pulih secara bertahap, bukan hanya rebound jangka pendek.
Saat ini, indeks Fear & Greed Bitcoin (Bitcoin Fear & Greed Index) telah naik ke level 62, berada di zona serakah, dan mencatat level tertinggi sejak Bitcoin terakhir menyentuh rekor tertinggi pada Oktober 2025 lalu.
"Bitcoin menembus 7,5 juta dolar AS! Analis memperingatkan: reli ini 'terlalu cepat'" Artikel ini pertama kali diterbitkan di (BlockBeats).
