Apakah kamu pernah berpikir, ketika kesegaran tren “chaowan” dan sensasi gacha perlahan memudar, apakah semua orang masih akan terus membayar untuk boneka-boneka kecil ini?
Dari laporan keuangan terbaru, Pop Mart sedang berada di titik belok
▶️ Pertumbuhan melambat, tapi tetap raksasa
Pendapatan enam bulan sebesar 17,17 miliar yuan, laba 5,04 miliar yuan. Meskipun laju pertumbuhan laba 10,1% belum mengejar laju pertumbuhan pendapatan 23,8%, tekanan biaya dan operasional mulai terlihat, namun skala keseluruhannya tetap luar biasa. Ini bukan berarti tidak bisa lagi, melainkan telah bergeser dari fase “ekspansi liar yang membubung” menuju fase dewasa yang membutuhkan pengelolaan yang lebih presisi
▶️ Penurunan di luar negeri, globalisasi lebih sulit dari yang dibayangkan
Pendapatan Asia-Pasifik dan Amerika masing-masing turun 9,7% dan 16,5%, menunjukkan bahwa antusiasme konsumen luar negeri setelah melewati masa “baru dan segar” mulai mereda. Sebaliknya, pertumbuhan di dalam negeri mencapai 47,3%, yang berarti basis utamanya tetap sangat kokoh
▶️ Pergantian IP sangat cepat, produksi dana dan persediaan berjalan bersamaan
Pendapatan LABUBU turun 7,5%, sementara “Hsingxingren” melonjak hampir enam kali lipat hingga naik ke peringkat kedua. Ini membuktikan bahwa mereka masih punya kemampuan “melahirkan bintang”, tetapi jika siklus hidup IP baru terlalu pendek, beban persediaan dan tekanan perputaran akan semakin besar
✍️ Lalu ke mana selanjutnya?
▶️ Tingkatkan pengalaman
Hanya mengandalkan blind box tidak akan memperpanjang siklus hidup. Perusahaan perlu semakin menggabungkannya dengan taman hiburan, membuka toko experience store offline, serta produk turunan kelas lebih tinggi untuk menaikkan nilai tambah
▶️ Fokus mendalam
Saluran online di luar negeri yang efisiensinya rendah, dialihkan menjadi pembukaan toko besar di landmark inti untuk membangun penumpukan brand
▶️ Kembali ke penilaian
Pasar modal tidak lagi akan memberikan valuasi berteknologi untuk “produk unggulan” setinggi sebelumnya, melainkan kembali ke standar perusahaan ritel konsumsi tradisional
Selama pergantian IP bisa terus berlanjut tanpa putus, mereka tetap pemimpin pasar. Namun, mitos kenaikan berlipat-lipat yang terjadi di masa lalu, memang sulit untuk ditiru lagi
DYOR
Dari laporan keuangan terbaru, Pop Mart sedang berada di titik belok
▶️ Pertumbuhan melambat, tapi tetap raksasa
Pendapatan enam bulan sebesar 17,17 miliar yuan, laba 5,04 miliar yuan. Meskipun laju pertumbuhan laba 10,1% belum mengejar laju pertumbuhan pendapatan 23,8%, tekanan biaya dan operasional mulai terlihat, namun skala keseluruhannya tetap luar biasa. Ini bukan berarti tidak bisa lagi, melainkan telah bergeser dari fase “ekspansi liar yang membubung” menuju fase dewasa yang membutuhkan pengelolaan yang lebih presisi
▶️ Penurunan di luar negeri, globalisasi lebih sulit dari yang dibayangkan
Pendapatan Asia-Pasifik dan Amerika masing-masing turun 9,7% dan 16,5%, menunjukkan bahwa antusiasme konsumen luar negeri setelah melewati masa “baru dan segar” mulai mereda. Sebaliknya, pertumbuhan di dalam negeri mencapai 47,3%, yang berarti basis utamanya tetap sangat kokoh
▶️ Pergantian IP sangat cepat, produksi dana dan persediaan berjalan bersamaan
Pendapatan LABUBU turun 7,5%, sementara “Hsingxingren” melonjak hampir enam kali lipat hingga naik ke peringkat kedua. Ini membuktikan bahwa mereka masih punya kemampuan “melahirkan bintang”, tetapi jika siklus hidup IP baru terlalu pendek, beban persediaan dan tekanan perputaran akan semakin besar
✍️ Lalu ke mana selanjutnya?
▶️ Tingkatkan pengalaman
Hanya mengandalkan blind box tidak akan memperpanjang siklus hidup. Perusahaan perlu semakin menggabungkannya dengan taman hiburan, membuka toko experience store offline, serta produk turunan kelas lebih tinggi untuk menaikkan nilai tambah
▶️ Fokus mendalam
Saluran online di luar negeri yang efisiensinya rendah, dialihkan menjadi pembukaan toko besar di landmark inti untuk membangun penumpukan brand
▶️ Kembali ke penilaian
Pasar modal tidak lagi akan memberikan valuasi berteknologi untuk “produk unggulan” setinggi sebelumnya, melainkan kembali ke standar perusahaan ritel konsumsi tradisional
Selama pergantian IP bisa terus berlanjut tanpa putus, mereka tetap pemimpin pasar. Namun, mitos kenaikan berlipat-lipat yang terjadi di masa lalu, memang sulit untuk ditiru lagi
DYOR
