Bitcoin kembali memantul dengan kuat pekan ini, meredanya tekanan obligasi AS menjadi pendorong utama
Menurut laporan CoinDesk, kenaikan signifikan Bitcoin pekan ini mungkin didukung oleh logika pasar yang lebih bersifat makro. Pemulihan kali ini terutama dipicu oleh meredanya tekanan yang terlihat jelas di pasar surat utang pemerintah AS.
Artinya, sinyal yang baru-baru ini dikeluarkan Gedung Putih untuk mendukung stabilitas pasar obligasi AS tidak hanya efektif meredam gejolak besar di pasar obligasi, tetapi juga memberi ruang napas bagi sentimen cemas terkait Bitcoin.
Menurut pandangan analis Pedro Fontes, ketika pasar utang terbesar di dunia pun membutuhkan kebijakan untuk menjaga stabilitas, permintaan terhadap aset yang langka, dapat diprediksi, dan tidak bergantung pada ekspansi kredit pemerintah akan meningkat secara alami—dan Bitcoin sangat sesuai dengan karakteristik tersebut.
Selain itu, indeks dolar AS yang selama ini kerap dipandang sebagai indikator berlawanan (kontraindikator) justru mengalami penurunan beruntun pekan ini, bahkan mencetak level terendah sejak Mei. Hal ini menciptakan lingkungan penetapan harga yang lebih menguntungkan bagi aset alternatif seperti Bitcoin.
Sementara itu, pendiri sekaligus CEO Strive, Matt Cole, berpendapat bahwa indeks dolar AS saat ini sedang berada dalam "tren penurunan struktural". Tren pelemahan dolar ini kemungkinan besar akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi aset-aset seperti Bitcoin.
Namun, tentu saja, pergerakan jangka panjang Bitcoin masih menyimpan ketidakpastian yang besar. Kinerja akhirnya akan bergantung pada penyesuaian kebijakan likuiditas The Fed serta pilihan arah yang akan diambil.
Secara keseluruhan, pasar akan terus mencermati pernyataan lanjutan Gedung Putih terkait pasar obligasi, perubahan situasi geopolitik, serta data klaim pengangguran awal AS.
Faktor-faktor kunci tersebut akan langsung memengaruhi tren imbal hasil obligasi AS, sehingga pada akhirnya membentuk kembali ekspektasi pasar terhadap likuiditas dan menentukan langkah selanjutnya Bitcoin.
#比特币
Menurut laporan CoinDesk, kenaikan signifikan Bitcoin pekan ini mungkin didukung oleh logika pasar yang lebih bersifat makro. Pemulihan kali ini terutama dipicu oleh meredanya tekanan yang terlihat jelas di pasar surat utang pemerintah AS.
Artinya, sinyal yang baru-baru ini dikeluarkan Gedung Putih untuk mendukung stabilitas pasar obligasi AS tidak hanya efektif meredam gejolak besar di pasar obligasi, tetapi juga memberi ruang napas bagi sentimen cemas terkait Bitcoin.
Menurut pandangan analis Pedro Fontes, ketika pasar utang terbesar di dunia pun membutuhkan kebijakan untuk menjaga stabilitas, permintaan terhadap aset yang langka, dapat diprediksi, dan tidak bergantung pada ekspansi kredit pemerintah akan meningkat secara alami—dan Bitcoin sangat sesuai dengan karakteristik tersebut.
Selain itu, indeks dolar AS yang selama ini kerap dipandang sebagai indikator berlawanan (kontraindikator) justru mengalami penurunan beruntun pekan ini, bahkan mencetak level terendah sejak Mei. Hal ini menciptakan lingkungan penetapan harga yang lebih menguntungkan bagi aset alternatif seperti Bitcoin.
Sementara itu, pendiri sekaligus CEO Strive, Matt Cole, berpendapat bahwa indeks dolar AS saat ini sedang berada dalam "tren penurunan struktural". Tren pelemahan dolar ini kemungkinan besar akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi aset-aset seperti Bitcoin.
Namun, tentu saja, pergerakan jangka panjang Bitcoin masih menyimpan ketidakpastian yang besar. Kinerja akhirnya akan bergantung pada penyesuaian kebijakan likuiditas The Fed serta pilihan arah yang akan diambil.
Secara keseluruhan, pasar akan terus mencermati pernyataan lanjutan Gedung Putih terkait pasar obligasi, perubahan situasi geopolitik, serta data klaim pengangguran awal AS.
Faktor-faktor kunci tersebut akan langsung memengaruhi tren imbal hasil obligasi AS, sehingga pada akhirnya membentuk kembali ekspektasi pasar terhadap likuiditas dan menentukan langkah selanjutnya Bitcoin.
#比特币
