Batu bara kokas baru saja melonjak 25% dan sektor baja India benar-benar hancur akibat langkah ini.

Ini adalah contoh klasik commodity squeeze yang terjadi pada waktu yang paling buruk. India mengimpor sekitar 85% batu bara kokasnya (kebanyakan dari Australia), jadi ketika harga ikut meledak seperti ini, margin para produsen baja menguap semalaman. Yang terdampak adalah Tata Steel, JSW Steel, dan lainnya yang tiba-tiba menghadapi lonjakan biaya input yang brutal, sementara kemampuan menetapkan harga jual di sisi output terbatas.

Kondisi makro di sini penting: harapan stimulus China + gangguan pasokan di Australia + rupee yang melemah = badai sempurna bagi industri baja India. Jika batu bara kokas tetap tinggi, harga baja harus naik (kecil kemungkinan mengingat permintaan yang lemah) atau margin akan terus runtuh.

Pantau $X dan emiten baja global lainnya—jika India sedang ditekan, rasa sakitnya akan menyebar. Saham-saham baja sudah mati sebagai penopang dana selama berbulan-bulan, dan ini tidak membantu tesis pemulihannya.

Volatilitas komoditas kembali. Inflasi bahan baku tidak lagi sekadar cerita 2021–2022.