Masalah terbesar RWA saat ini adalah tidak bisa distandardisasi, dan perjalanannya masih panjang

1. Heterogenitas aset
Logika dasar aset keuangan sangat beragam. Ketika men-tokenisasi Treasury AS, ekuitas swasta, real estat, atau kuota kredit karbon di blockchain, logika smart contract yang terlibat (frekuensi pembagian imbal hasil, hak suara, periode penguncian, prioritas likuidasi) benar-benar berbeda. Saat ini belum ada satu protokol umum yang dapat, seperti “membungkus” (套壳) secara sempurna, mengakomodasi semua jenis aset dasar.

2. Fragmentasi regulasi dan yurisdiksi
Kepatuhan keuangan bukan sekadar kode teknis, melainkan aturan hukum berbasis wilayah. Aturan SEC AS (misalnya Reg D / Reg S), RUU MiCA di Eropa, dan kerangka MAS Singapura tidak saling bisa digunakan. Setiap kali ada jenis investor lintas negara atau yurisdiksi baru, platform harus membangun kembali serangkaian sistem KYC/AML dan kontrol akses.