Banyak orang melihat @TermMax tertulis fixed rate, lalu langsung membayangkan bahwa kapan pun ingin keluar bisa menarik kembali jumlah tertentu. Kurangnya satu lapis.
#TermMax memiliki FT berupa token ERC-20, bisa ditransfer, bisa diperdagangkan. Mekanismenya adalah membeli FT dengan harga di bawah nilai nominal, lalu saat jatuh tempo protokol akan menebus utang token terkait dengan nilai nominal. Yang “fixed” adalah jalur penebusan pada saat jatuh tempo ini: beli dengan diskon, lalu saat jatuh tempo menarik kembali dengan nilai nominal; selisihnya bisa dihitung sejak saat pembelian. Contoh dari pihak resmi: beli dengan 100, saat jatuh tempo dapat kembali 110. Itu menjelaskan hubungan “beli diskon lalu ditebus saat jatuh tempo”, yakni angka untuk menerangkan mekanismenya, bukan berarti harga yang Anda lihat sekarang di halaman.
Kalau sebelum jatuh tempo ingin keluar, FT bisa dijual di pasar. Namun saat itu harga transaksi ditentukan oleh pasar—apakah ada pihak lawan yang bersedia membeli, dan apakah bisa menjual dengan harga yang Anda inginkan; protokol tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin. Harga dan likuiditas pada saat itu semuanya tidak pasti.
Menahan sampai jatuh tempo untuk penebusan dan mengambil selisih, berbeda total dengan menggantungkan (listing) di pasar sekunder dan menjual di tengah jalan. Satu adalah protokol dengan penyelesaian saat jatuh tempo yang terikat (terpaut), yang lainnya bergantung pada harga yang mau diberikan pasar pada saat tersebut. Fixed income dan likuiditas saat keluar, pada dasarnya adalah dua hal yang berbeda.
#TermMax memiliki FT berupa token ERC-20, bisa ditransfer, bisa diperdagangkan. Mekanismenya adalah membeli FT dengan harga di bawah nilai nominal, lalu saat jatuh tempo protokol akan menebus utang token terkait dengan nilai nominal. Yang “fixed” adalah jalur penebusan pada saat jatuh tempo ini: beli dengan diskon, lalu saat jatuh tempo menarik kembali dengan nilai nominal; selisihnya bisa dihitung sejak saat pembelian. Contoh dari pihak resmi: beli dengan 100, saat jatuh tempo dapat kembali 110. Itu menjelaskan hubungan “beli diskon lalu ditebus saat jatuh tempo”, yakni angka untuk menerangkan mekanismenya, bukan berarti harga yang Anda lihat sekarang di halaman.
Kalau sebelum jatuh tempo ingin keluar, FT bisa dijual di pasar. Namun saat itu harga transaksi ditentukan oleh pasar—apakah ada pihak lawan yang bersedia membeli, dan apakah bisa menjual dengan harga yang Anda inginkan; protokol tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin. Harga dan likuiditas pada saat itu semuanya tidak pasti.
Menahan sampai jatuh tempo untuk penebusan dan mengambil selisih, berbeda total dengan menggantungkan (listing) di pasar sekunder dan menjual di tengah jalan. Satu adalah protokol dengan penyelesaian saat jatuh tempo yang terikat (terpaut), yang lainnya bergantung pada harga yang mau diberikan pasar pada saat tersebut. Fixed income dan likuiditas saat keluar, pada dasarnya adalah dua hal yang berbeda.
