23H25, MALAM HARI, LEBIH DARI 4.000 USDT, HAMPIR 107,5 JUTA.
Lihat perintah P2P ini, jujur aku agak takut juga, kak 😅
4.175,65 USDT.
Total uang 107.460.352 rupiah.
Setelah si pembeli transfer, dia langsung kirim bukti transfer ke chat lalu mengirim pesan:
“Sudah masuk uang, tolong konfirmasi pembayarannya ya kak dengan teman.”
Kalau dilihat sekilas, semuanya normal.
Ada foto transfer.
Nominalnya juga sesuai dengan perintah.
Tapi kalau aku duduk di depan tombol konfirmasi transaksi lebih dari 4.000 USDT saat sudah hampir tengah malam, aku belum langsung pencet.
Langkah pertama tetap membuka aplikasi perbankanku.
Uangnya sudah masuk belum?
Jumlahnya sudah sesuai belum?
Dan satu hal lagi yang akan aku periksa dengan sangat teliti: orang yang mentransfer itu apakah benar orang yang namanya tertera di perintah.
Di foto ini, nama pembeli di Binance adalah VIET THANG NGUYEN.
Kalau uangnya cukup lebih dari 107 juta tapi orang yang mentransfer ternyata nama lain, aku berhenti dulu di situ.
Pembeli bisa saja berkata:
“Kak, yang transfer dari pihak keluarga saya.”
“Akun saya sudah melewati batas limit.”
“Kak, konfirmasi dulu saja.”
Kedengarannya bisa sangat masuk akal.
Tapi ini lebih dari 100 juta, bukan beberapa ratus ribu—kalau ada yang tidak cocok, aku tanya dulu sampai jelas, baru lanjut.
Biarkan perintahnya tetap, ngobrol di chat Binance P2P, simpan bukti dan kode perintah. Kalau masih tidak bisa dipastikan, ajukan pengaduan supaya pihak Dukungan bisa mengecek.
Aku lihat, P2P kadang yang paling mudah bikin lalai justru transaksi yang kelihatannya sangat beres.
Cuma selisih satu detail saja, aku jadi harus meninjau ulang seluruh transaksi.
Kakak-kakak yang jual P2P, ingat ya:
Jangan cuma lihat apakah uang sudah masuk!
Lihat juga uang itu berasal dari siapa!
Terlambat 30 detik pun masih lebih baik daripada berurusan semalaman
$BTC $BOME $PNUT
#binancep2pantoan @Binance Vietnam
Lihat perintah P2P ini, jujur aku agak takut juga, kak 😅
4.175,65 USDT.
Total uang 107.460.352 rupiah.
Setelah si pembeli transfer, dia langsung kirim bukti transfer ke chat lalu mengirim pesan:
“Sudah masuk uang, tolong konfirmasi pembayarannya ya kak dengan teman.”
Kalau dilihat sekilas, semuanya normal.
Ada foto transfer.
Nominalnya juga sesuai dengan perintah.
Tapi kalau aku duduk di depan tombol konfirmasi transaksi lebih dari 4.000 USDT saat sudah hampir tengah malam, aku belum langsung pencet.
Langkah pertama tetap membuka aplikasi perbankanku.
Uangnya sudah masuk belum?
Jumlahnya sudah sesuai belum?
Dan satu hal lagi yang akan aku periksa dengan sangat teliti: orang yang mentransfer itu apakah benar orang yang namanya tertera di perintah.
Di foto ini, nama pembeli di Binance adalah VIET THANG NGUYEN.
Kalau uangnya cukup lebih dari 107 juta tapi orang yang mentransfer ternyata nama lain, aku berhenti dulu di situ.
Pembeli bisa saja berkata:
“Kak, yang transfer dari pihak keluarga saya.”
“Akun saya sudah melewati batas limit.”
“Kak, konfirmasi dulu saja.”
Kedengarannya bisa sangat masuk akal.
Tapi ini lebih dari 100 juta, bukan beberapa ratus ribu—kalau ada yang tidak cocok, aku tanya dulu sampai jelas, baru lanjut.
Biarkan perintahnya tetap, ngobrol di chat Binance P2P, simpan bukti dan kode perintah. Kalau masih tidak bisa dipastikan, ajukan pengaduan supaya pihak Dukungan bisa mengecek.
Aku lihat, P2P kadang yang paling mudah bikin lalai justru transaksi yang kelihatannya sangat beres.
Cuma selisih satu detail saja, aku jadi harus meninjau ulang seluruh transaksi.
Kakak-kakak yang jual P2P, ingat ya:
Jangan cuma lihat apakah uang sudah masuk!
Lihat juga uang itu berasal dari siapa!
Terlambat 30 detik pun masih lebih baik daripada berurusan semalaman
$BTC $BOME $PNUT
#binancep2pantoan @Binance Vietnam