Saya telah memikirkan bagian yang kurang jelas dari @TermMax : siapa sebenarnya yang menyerap risiko yang diciptakan oleh keputusan likuiditas?

Protokol dapat memisahkan peminjam / pemberi pinjaman / pembuat pasar & Kurator, yang membuat pasar menjadi lebih terorganisasi. Namun spesialisasi juga berarti seseorang harus mengambil keputusan-keputusan yang sulit.

Seorang pembuat pasar harus memutuskan di mana likuiditas layak untuk disediakan.

Seorang Kurator harus memutuskan seberapa banyak modal yang harus mengejar imbal hasil versus tetap tersedia untuk peminjam.

Dan pertukaran itu menjadi jauh lebih sulit ketika kondisi berubah dengan cepat.

Terlalu banyak modal yang menganggur akan merugikan efisiensi.

Terlalu banyak modal yang didorong menuju imbal hasil dapat membuat pasar terlihat sehat sampai para peminjam tiba-tiba membutuhkan likuiditas.

Itu terutama menarik untuk agunan RWA.

Jika sebuah aset membutuhkan waktu untuk dilikuidasi, masalahnya tidak selalu selesai hanya karena agunan akhirnya bisa diserahkan atau dijual. Timing menjadi bagian dari risikonya.

Karena itu saya kurang tertarik untuk sekadar menanyakan apakah TermMax bisa menghasilkan imbal hasil.

Saya ingin memahami bagaimana sistem berperilaku ketika kondisi-kondisi yang mudah menghilang.

Siapa yang menanggung kerugian dari keputusan likuiditas yang buruk?

Seberapa terkonsentrasi keputusan Kurator bisa terjadi?

Dan apa yang terjadi ketika pembuat pasar menarik likuiditas pada waktu yang tepat namun salah?

Bagi saya, pertanyaan-pertanyaan inilah yang membedakan struktur pasar yang canggih dari struktur yang hanya terlihat efisien ketika kondisi sedang baik.

Uji sebenarnya dari TermMax bukanlah bagaimana sistem bekerja ketika likuiditas melimpah.

Ujiannya adalah seberapa baik ia menangani likuiditas ketika semua orang tiba-tiba menginginkannya sekaligus.
#termmax
Siapa yang seharusnya menanggung risiko likuiditas?
🟢 Curators
🔵 Market makers
🟡 Protocol
🔴 Shared risk
2 jam lagi