Saya dulu mengira privasi di pasar keuangan terutama tentang menyembunyikan detail transaksi. Semakin banyak saya membaca tentang @DuskFoundation, semakin terasa bahwa gagasan itu tidak lengkap.

Dalam keuangan yang diatur, privasi tidak bisa sekadar berarti bahwa tidak ada yang melihat apa pun. Berbagai pihak yang terlibat mungkin memerlukan tingkat informasi yang berbeda untuk alasan yang sah.

Itulah mengapa pendekatan Dusk terhadap selective disclosure (pengungkapan selektif) menarik perhatian saya.

Di DuskDS, Phoenix adalah model transaksi berbasis catatan (note-based) yang diproteksi. Model ini menggunakan zero-knowledge proofs sehingga kebenaran transaksi dapat dibuktikan tanpa mengungkap secara publik detail seperti jumlah yang ditransfer atau catatan spesifik yang terlibat. Dokumentasi Dusk juga menyatakan bahwa pengguna dapat mengungkapkan informasi secara selektif melalui viewing keys ketika regulasi atau audit memerlukannya.

Bagi saya, pembedaan itu penting.

Blockchain yang sepenuhnya transparan dapat mengungkap informasi yang mungkin tidak ingin dibuka secara publik oleh pelaku keuangan. Namun pasar yang teregulasi juga dapat memerlukan akses terkontrol ke informasi tertentu bagi penerbit (issuer), penyelenggara (venues), auditor, atau pengawas. Dusk menggambarkan keseimbangan ini sebagai privasi dengan pengungkapan selektif.

Jadi, pertanyaan yang mungkin lebih berguna bukanlah apakah keuangan harus bersifat publik atau privat.

Melainkan apakah informasi dapat tetap rahasia secara default sementara tetap menjadi terlihat bagi pihak yang berwenang ketika suatu alur kerja (workflow) membutuhkannya.

Keseimbangan itulah yang paling menarik bagi saya dari pendekatan Dusk terhadap keuangan onchain yang teregulasi.

#dusk $DUSK @Dusk