Satu suara menentukan segalanya 49,00 juta dolar AS lari begitu saja dari tangan pengguna 😱

Optimism mengadakan pemungutan suara tata kelola yang menentukan. Tepat sebelum pintu benar-benar tertutup, satu suara berhasil membalik keadaan—hampir 50 juta dolar AS yang tadinya akan dilemparkan kepada pengguna dialihkan masuk ke kas yayasan.

Sisa waktu pemungutan suara tinggal 16 menit 52 detik. Sebuah tim bernama Test in Prod menyuntikkan suara besar senilai 8,486 juta OP—dukungan langsung melonjak dari 45,77% ke 61,84%. Proposal pun langsung berbalik dan disahkan.

Tim ini siapa? Mereka mengaku sebagai Optimism Collective, tim pengembangan inti. Bahkan, katanya Optimism yang membiayai mereka. Tahun sebelumnya mereka juga meraih mandat 12 bulan di Dewan Keamanan.

Uangnya berapa? 5,469 juta token OP—sekitar 49,7 juta dolar AS—setara 12,7% dari total pasokan. Sebelumnya dana ini disiapkan untuk airdrop pengguna. Sekarang semuanya diubah namanya menjadi Strategic Ecosystem Fund, dikelola oleh yayasan. Uang itu dipakai untuk kerja sama perusahaan, insentif ekosistem, adopsi institusi.

Yang paling ironis: kalau suara kunci ini dihilangkan, tingkat dukungan akhirnya hanya 46,47%. Proposal tetap lolos secara kuorum. Namun dananya tetap utuh—tetap kembali ke pengguna. Artinya, hanya kurang sekitar 8,5 juta suara, maka airdrop pengguna hilang.

Suara penolakan juga tidak sedikit. L2BEAT langsung “menyerang” dengan mengatakan izin dana yayasan terlalu terbuka, nilainya sepenuhnya terlepas dari nilai yang dimiliki pemegang token. Mereka juga mengungkit kembali catatan lama: belanja kerja sama sebelumnya tidak diaudit. Peneliti internal bernama Polynya pun ikut mempertanyakan—katanya ini menghindari pengawasan detail, dan mengubah ulang aturan distribusi pengguna.

Penjelasan dari Test in Prod: untuk penawaran/kontrak perusahaan perlu kerahasiaan. Tanpa dana fleksibel ini, Optimism tidak bisa mengungguli pihak lain.

Terjemahkan: uang dulu ditaruh di yayasan, lalu dipakai untuk apa—kalau kalian tidak perlu bertanya, jawabannya: rahasia bisnis.

Versi resmi yayasan terdengar lebih indah: katanya airdrop model “tabur jala” sudah tidak sesuai dengan strategi yang lebih terinstitusi. Lebih baik uang itu disimpan untuk mitra kerja sama dan insentif ekosistem.

Setiap kali mendengar omongan seperti itu, kita perlu tetap waspada. Atas nama ekosistem, mereka menggerakkan koin dari dompet pengguna. Lalu uangnya pergi ke mana, siapa yang diuntungkan—biasanya baru terlihat bertahun-tahun kemudian lewat laporan keuangan. Dan airdrop pengguna yang menyusut—sudah menyusut, tak akan kembali.

Pertanyaannya: tata kelola ini benar-benar demokrasi, atau sekadar panggung yang dikendalikan pemegang modal besar? Isu itu lebih patut dipikirkan daripada 50 juta dolar AS itu sendiri.

Menurutmu gimana soal aksi ini? Bahas di kolom komentar 👇

Klik foto profil untuk menonton live
Setiap hari ajak kamu mengamati isu tata kelola—bukan cuma melihat berita apa yang terjadi, tapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👉🦖

#Optimism #OP