#binancep2pantoan @Binance Vietnam
Pernah suatu kali saya menjual 400 USDT di P2P, pembeli baru saja mengubah status menjadi “Sudah dibayar” lalu langsung mengirimkan kepada saya sebuah foto bukti transfer.
Sekilas saya juga tidak curiga. Foto pembeli menampilkan nama penerima lengkap, nominal, waktu transaksi, kode transaksi… tampak tidak berbeda dengan foto yang diambil dari aplikasi perbankan asli.
Pembeli itu juga mengirim pesan:
“Bang, tolong cek ya, uangnya sudah ditransfer. Release USDT ke saya.”
Sejujurnya saat itu saya juga sedikit lengah. Tapi sebelum melakukan release, saya tetap membuka aplikasi bank untuk memeriksa.
Tidak ada apa-apa.
Saya me-refresh beberapa kali, memeriksa riwayat transaksi, saldo… tetap saja tidak terlihat ada masuknya uang tersebut.
Saya membalas:
“Pihak kami belum menerima uang ya.”
Di sana, pihak lain langsung mengirim lagi foto dan berkata:
“Saya sudah transfer ya, bang. Coba cek lagi.”
Baru pada saat itu saya menyadari: fotonya memang sangat mirip aslinya, tapi itu tidak membuktikan bahwa uangnya benar-benar sudah masuk ke rekening saya.
Bagian setelahnya, pembeli masih terus beralasan, bilang pasti ada kesalahan, lalu menyuruh saya menambahkan Zalo agar bisa melanjutkan transaksi. Terlebih lagi, pembeli juga menjanjikan bahwa transaksi lewat Zalo akan memiliki harga lebih tinggi dibanding transaksi P2P di Binance.
Saya tidak melakukan release USDT dan juga tidak langsung membatalkan transaksi; saya hanya menyimpan seluruh percakapan lalu mengajukan banding/komplain agar Binance memproses.
Kalau menghadapi kasus pembeli mengirim foto transfer palsu di Binance P2P, ingat beberapa poin ini:
🔴 Jangan release USDT hanya karena pembeli mengirim foto bukti transfer.
🔴 Jika uang belum masuk ke akun, jangan sekali-kali release.
🔴 Jangan klik link aneh atau memberikan informasi perbankan.
🟢 Simpan foto, potongan chat, dan kode transaksi.
🟢 Jika ada tanda-tanda tidak wajar, ajukan banding/komplain agar Binance membantu.
🟢 Hanya bertransaksi P2P di Binance.
Pernah suatu kali saya menjual 400 USDT di P2P, pembeli baru saja mengubah status menjadi “Sudah dibayar” lalu langsung mengirimkan kepada saya sebuah foto bukti transfer.
Sekilas saya juga tidak curiga. Foto pembeli menampilkan nama penerima lengkap, nominal, waktu transaksi, kode transaksi… tampak tidak berbeda dengan foto yang diambil dari aplikasi perbankan asli.
Pembeli itu juga mengirim pesan:
“Bang, tolong cek ya, uangnya sudah ditransfer. Release USDT ke saya.”
Sejujurnya saat itu saya juga sedikit lengah. Tapi sebelum melakukan release, saya tetap membuka aplikasi bank untuk memeriksa.
Tidak ada apa-apa.
Saya me-refresh beberapa kali, memeriksa riwayat transaksi, saldo… tetap saja tidak terlihat ada masuknya uang tersebut.
Saya membalas:
“Pihak kami belum menerima uang ya.”
Di sana, pihak lain langsung mengirim lagi foto dan berkata:
“Saya sudah transfer ya, bang. Coba cek lagi.”
Baru pada saat itu saya menyadari: fotonya memang sangat mirip aslinya, tapi itu tidak membuktikan bahwa uangnya benar-benar sudah masuk ke rekening saya.
Bagian setelahnya, pembeli masih terus beralasan, bilang pasti ada kesalahan, lalu menyuruh saya menambahkan Zalo agar bisa melanjutkan transaksi. Terlebih lagi, pembeli juga menjanjikan bahwa transaksi lewat Zalo akan memiliki harga lebih tinggi dibanding transaksi P2P di Binance.
Saya tidak melakukan release USDT dan juga tidak langsung membatalkan transaksi; saya hanya menyimpan seluruh percakapan lalu mengajukan banding/komplain agar Binance memproses.
Kalau menghadapi kasus pembeli mengirim foto transfer palsu di Binance P2P, ingat beberapa poin ini:
🔴 Jangan release USDT hanya karena pembeli mengirim foto bukti transfer.
🔴 Jika uang belum masuk ke akun, jangan sekali-kali release.
🔴 Jangan klik link aneh atau memberikan informasi perbankan.
🟢 Simpan foto, potongan chat, dan kode transaksi.
🟢 Jika ada tanda-tanda tidak wajar, ajukan banding/komplain agar Binance membantu.
🟢 Hanya bertransaksi P2P di Binance.