Pengalaman banyak tidak selalu membuat Anda lebih aman.
Kadang justru membuat Anda jadi terlalu percaya diri.
Cobalah bayangkan seseorang yang sudah bertransaksi P2P ratusan kali.
Ia tahu harus membuka Order di mana.
Ia tahu cara memeriksa pembayaran.
Ia tahu kapan sebaiknya tidak merilis.
Langkah-langkah itu sudah terasa sangat akrab sampai-sampai nyaris menjadi refleks.
Dan justru hal inilah yang patut dipikirkan.
Saat melakukan sesuatu berkali-kali, otak mulai mencari cara agar melakukannya lebih cepat.
Anda tidak lagi membaca setiap detail.
Anda hanya melihat beberapa informasi yang sudah familiar, merasa semuanya seperti biasa, lalu melanjutkan.
Pada kebanyakan Order, hal itu mungkin tidak menimbulkan masalah.
Namun cukup satu Order yang memiliki satu detail berbeda dari kebiasaan, dan refleks lama dapat membuat Anda mengabaikannya.
Metode pembayaran yang berbeda.
Akun pembayaran yang berbeda.
Atau sekadar sebuah kondisi dalam Order yang tidak sama seperti sebelumnya.
Yang menakutkan adalah orang berpengalaman tidak selalu menyadari bahwa ia tengah bersikap sembrono.
Karena mereka tidak berpikir:
“Ini membuat saya melewati langkah verifikasi.”
Mereka justru berpikir:
“Saya sudah melakukan ini terlalu sering.”
Jadi, saya punya prinsip yang cukup sederhana saat bertransaksi P2P:
Pengalaman seharusnya membantu saya mengenali hal yang tidak biasa lebih cepat, bukan membantu saya memeriksa lebih sedikit.
Setiap Order tetap punya kondisi tersendiri.
Setiap pembayaran masih perlu dicocokkan.
Dan setiap kali melakukan Release tetap harus didasarkan pada informasi dari transaksi itu sendiri.
Barangkali hal tersulit dari menjadi pelaku transaksi yang sudah lama bukanlah mempelajari aturan baru.
Melainkan menyadari kapan pengalaman membantu Anda dan kapan pengalaman itu telah berubah menjadi kebiasaan.
Mengetahui alur adalah sebuah keunggulan.
Namun tetap saja, benar-benar melihat setiap Order yang baru adalah jaminan keamanan.
@Binance Vietnam #BinanceP2PAnToan