Ada satu hal dalam @TermMax k yang membuat saya harus meninjau ulang cara saya menilai protokol ini.
Bukan FT.
Bukan options.
Tapi Range Order AMM.
Karena ini menunjukkan kepada saya bahwa TermMax memikirkan likuiditas dengan cara yang berbeda.
Dalam lending pool yang biasa, Anda memasukkan modal dan protokol memproses interest rate berdasarkan utilization.
TermMax memberi market maker dan curator lebih banyak kontrol atas cara modal diberi harga. Market maker bisa menetapkan pricing curve mereka sendiri. Misalnya, borrowing rate dapat turun dari 17% → 15% → 10% → ~7,5% di setiap zona likuiditas.
Artinya, rate tidak lagi menjadi angka tetap untuk seluruh market, melainkan diberi harga sesuai level likuiditas.
Dan dengan Two-Way Range Order, market maker juga dapat melakukan quote untuk borrowing maupun lending untuk mencari spread.
Saya suka mekanisme ini karena mengubah interest rate dari sebuah parameter protokol menjadi sesuatu yang bisa diberi harga oleh market maker.
Curator juga dapat mengalokasikan capital, menetapkan strategi, dan menyesuaikan pricing curve untuk setiap market. TermMax juga menggunakan Atomic Orders untuk mengalokasikan virtual liquidity melalui banyak order, sehingga alokasi likuiditas bisa lebih fleksibel antar order.
Ini bukan perbedaan kecil.
Jika likuiditas cukup dalam, TermMax bisa menciptakan sebuah pasar di mana:
borrower mencari pendanaan,
lender mencari yield,
market maker memberi harga pada modal,
curator mengalokasikan likuiditas.
Ini tidak lagi terasa seperti sekadar lending pool.
Ini lebih seperti marketplace untuk capital.
Dan inilah bagian yang membuat saya makin bullish tentang TermMax.
Karena jika likuiditas cukup dalam, keunggulan TermMax mungkin tidak terletak pada satu produk saja, melainkan pada cara seluruh market diorganisasi.
Itulah hal yang menurut saya layak untuk dipantau di TermMax.
@TermMax #TermMax
Bukan FT.
Bukan options.
Tapi Range Order AMM.
Karena ini menunjukkan kepada saya bahwa TermMax memikirkan likuiditas dengan cara yang berbeda.
Dalam lending pool yang biasa, Anda memasukkan modal dan protokol memproses interest rate berdasarkan utilization.
TermMax memberi market maker dan curator lebih banyak kontrol atas cara modal diberi harga. Market maker bisa menetapkan pricing curve mereka sendiri. Misalnya, borrowing rate dapat turun dari 17% → 15% → 10% → ~7,5% di setiap zona likuiditas.
Artinya, rate tidak lagi menjadi angka tetap untuk seluruh market, melainkan diberi harga sesuai level likuiditas.
Dan dengan Two-Way Range Order, market maker juga dapat melakukan quote untuk borrowing maupun lending untuk mencari spread.
Saya suka mekanisme ini karena mengubah interest rate dari sebuah parameter protokol menjadi sesuatu yang bisa diberi harga oleh market maker.
Curator juga dapat mengalokasikan capital, menetapkan strategi, dan menyesuaikan pricing curve untuk setiap market. TermMax juga menggunakan Atomic Orders untuk mengalokasikan virtual liquidity melalui banyak order, sehingga alokasi likuiditas bisa lebih fleksibel antar order.
Ini bukan perbedaan kecil.
Jika likuiditas cukup dalam, TermMax bisa menciptakan sebuah pasar di mana:
borrower mencari pendanaan,
lender mencari yield,
market maker memberi harga pada modal,
curator mengalokasikan likuiditas.
Ini tidak lagi terasa seperti sekadar lending pool.
Ini lebih seperti marketplace untuk capital.
Dan inilah bagian yang membuat saya makin bullish tentang TermMax.
Karena jika likuiditas cukup dalam, keunggulan TermMax mungkin tidak terletak pada satu produk saja, melainkan pada cara seluruh market diorganisasi.
Itulah hal yang menurut saya layak untuk dipantau di TermMax.
@TermMax #TermMax