#binancep2pantoan @Binance Vietnam
Ada satu situasi P2P yang menurutku mudah sekali terlewat oleh pendatang baru: pembeli melakukan pemesanan dengan satu nama, tetapi ketika uang masuk, pengirim justru memakai nama yang sama sekali berbeda.

Saat itu aku menjual 500 USDT. Pembeli di Binance mengirim pesan dengan cukup normal:

“Em transfer sudah, ya, tolong cek.”

Aku membuka aplikasi perbankan dan melihat uang sudah masuk lengkap.

Sepintas, seharusnya cukup cek jumlah uangnya lalu Release.

Tapi ketika aku meneliti nama pengirimnya dengan lebih saksama, aku langsung terdiam.

Nama di transaksi P2P adalah Nguyễn Văn Tuấn.

Nama pada rekening bank yang mengirim uang kembali adalah Trần Văn Tâm.

Aku menanyakan ulang, dan pembeli menjelaskan dengan cukup cepat:

“Ah, em pakai rekening milik keluarga untuk transfer dulu. Uangnya tetap punya em.”

Kedengarannya memang masuk akal. Tapi kalau informasi pembayaran tidak cocok, menurutku yang terbaik adalah berhenti dan verifikasi dulu. Jangan karena uang sudah masuk ke rekening lalu menganggap semuanya pasti aman.

Terutama, aku juga tidak asal Release hanya karena pihak lawan terus-menerus mendesak. Kalau ada hal yang tidak beres, simpan saja bukti, riwayat percakapan, dan selesaikan sesuai prosedur resmi Binance.

Setelah kejadian itu, aku menambahkan satu langkah ke kebiasaan berdagang:

Tidak hanya cek “uang sudah diterima penuh belum”, tapi juga cek “uangnya datang dari orang yang benar atau tidak”.

Prinsip keamanan saat menghadapi kasus pembeli menggunakan rekening pihak ketiga:

* Cek apakah nama pengirim uang cocok dengan data transaksi.
* Kalau tidak cocok, jangan buru-buru Release meskipun uang sudah masuk.
* Jangan secara sepihak mengembalikan uang ke rekening lain sesuai permintaan pembeli.
* Simpan seluruh riwayat chat dan bukti transaksi.
* Jangan pindah penanganan ke Telegram/Zalo untuk diproses secara terpisah