Aku membagikan kisah nyata di sini.
Aku sedang membeli kripto senilai 2.500.000 VND lewat Binance P2P. Setelah aku melakukan transfer dan mengirim bukti pembayaran, penjual itu mengaku belum menerima uangnya dan minta aku menambahkan dia di Zalo untuk memberi detail lebih lanjut.
Karena koinnya belum dilepas, aku mengikuti saja dan menambahkannya. Dan tebak apa yang mereka minta aku lakukan selanjutnya?
Mereka menyuruhku "klik tombol batal (cancel) order" dan menjanjikan mereka akan mentransfer koin setelah itu. Adikku ternyata terpancing dengan trik persis seperti ini dan kehilangan 3 juta VND.
Ini menjadi peringatan untuk pemula yang baru pertama kali trading di P2P:
Saat membeli + mengunggah bukti pembayaran: JANGAN membatalkan order sebelum koin ditransfer ke akunmu.
Saat menjual: JANGAN mengonfirmasi transaksi sebelum uangnya benar-benar sudah masuk ke rekeningmu, dan verifikasi identitas pengirim berdasarkan bukti pembayaran yang mereka kirim.
Semoga semua orang tradingnya lancar.
Pelajaran yang mahal:
• Pesan & screenshot = BUKAN bukti
• Dana harus benar-benar sudah ada di akunmu & aman (tidak bisa dibatalkan)
• Jangan buru-buru melepas aset, apalagi untuk nominal besar
Kenapa orang bisa kena scam?
→ Penipu memakai akun boneka/umpan
→ Screenshot & pesan sangat mudah dipalsukan
→ Orang buru-buru melepas aset karena takut kehilangan pembeli
Ingat: Di P2P, melepas aset = kripto yang tidak bisa dipulihkan.
Aturan Emas P2P:
1. Jangan melepas aset sebelum saldo akunmu benar-benar bertambah & aman (tunggu minimal 30–60 menit)
2. Cek riwayat pembeli terlebih dulu
3. Untuk nominal besar, bagi transaksi menjadi beberapa bagian kecil
4. Kalau ragu, cukup batalkan order
Lebih baik kehilangan satu transaksi daripada seluruh saldo.
Tetap aman! $BTW $GRVT $DOS
#binancep2pantoan @Binance Vietnam
Aku sedang membeli kripto senilai 2.500.000 VND lewat Binance P2P. Setelah aku melakukan transfer dan mengirim bukti pembayaran, penjual itu mengaku belum menerima uangnya dan minta aku menambahkan dia di Zalo untuk memberi detail lebih lanjut.
Karena koinnya belum dilepas, aku mengikuti saja dan menambahkannya. Dan tebak apa yang mereka minta aku lakukan selanjutnya?
Mereka menyuruhku "klik tombol batal (cancel) order" dan menjanjikan mereka akan mentransfer koin setelah itu. Adikku ternyata terpancing dengan trik persis seperti ini dan kehilangan 3 juta VND.
Ini menjadi peringatan untuk pemula yang baru pertama kali trading di P2P:
Saat membeli + mengunggah bukti pembayaran: JANGAN membatalkan order sebelum koin ditransfer ke akunmu.
Saat menjual: JANGAN mengonfirmasi transaksi sebelum uangnya benar-benar sudah masuk ke rekeningmu, dan verifikasi identitas pengirim berdasarkan bukti pembayaran yang mereka kirim.
Semoga semua orang tradingnya lancar.
Pelajaran yang mahal:
• Pesan & screenshot = BUKAN bukti
• Dana harus benar-benar sudah ada di akunmu & aman (tidak bisa dibatalkan)
• Jangan buru-buru melepas aset, apalagi untuk nominal besar
Kenapa orang bisa kena scam?
→ Penipu memakai akun boneka/umpan
→ Screenshot & pesan sangat mudah dipalsukan
→ Orang buru-buru melepas aset karena takut kehilangan pembeli
Ingat: Di P2P, melepas aset = kripto yang tidak bisa dipulihkan.
Aturan Emas P2P:
1. Jangan melepas aset sebelum saldo akunmu benar-benar bertambah & aman (tunggu minimal 30–60 menit)
2. Cek riwayat pembeli terlebih dulu
3. Untuk nominal besar, bagi transaksi menjadi beberapa bagian kecil
4. Kalau ragu, cukup batalkan order
Lebih baik kehilangan satu transaksi daripada seluruh saldo.
Tetap aman! $BTW $GRVT $DOS
#binancep2pantoan @Binance Vietnam