Jaksa Amerika meminta pengadilan menolak mosi pencabutan putusan (motion to vacate) yang diajukan mantan CEO Celsius, dengan alasan argumen hukumnya “tidak berdasar”
Pada 19 Agustus, dua jaksa federal di Wilayah Selatan New York menentang upaya mantan CEO Celsius untuk meyakinkan pengadilan agar membatalkan putusan, dengan menyatakan bahwa argumen hukumnya “sama sekali tidak berdasar”, serta meminta agar permohonan Alex Mashinsky untuk mencabut putusan tersebut langsung ditolak tanpa menggelar sidang.
Mashinsky dijatuhi hukuman 12 tahun penjara pada Mei 2025 karena penipuan komoditas dan penipuan sekuritas. Pada awal Mei ini, ia memberi tahu pengadilan bahwa ia akan melakukan pembelaan sendiri, lalu kemudian mengajukan mosi pencabutan putusan.
Dalam mosi pencabutan putusan ini, ia memuat tuduhan terhadap bursa mata uang kripto FTX serta mantan rekan kerjanya, mantan Chief Revenue Officer Celsius, Roni Cohen-Pavon. Tujuannya adalah memperoleh kesempatan agar kasus tersebut ditinjau ulang secara prosedural.
Menanggapi permohonan tersebut, jaksa mengajukan dokumen hukum untuk membantah. Jaksa berpendapat bahwa klaim hukumnya tidak didukung oleh bantahan fakta atas ketidakbersalahannya sendiri, sehingga harus ditolak langsung tanpa sidang.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa Mashinsky tidak mengajukan pernyataan bersumpah maupun memberikan bukti baru. Isi mosinya hanya mengulang materi lama, mengalihkan tanggung jawab kepada pihak ketiga, serta menuduh mantan pengacaranya tidak kompeten, namun dokumen tersebut tidak memuat pernyataan fakta apa pun terkait ketidakbersalahannya.
Kasus ini berawal dari 2022. Saat itu, pasar kripto mengalami gejolak hebat. Celsius mengajukan kebangkrutan, menjadi satu lagi raksasa kripto yang tumbang setelah Terraform Labs.
Sejak 2023, pihak berwenang telah mengajukan gugatan terhadap Mashinsky dan mantan Chief Revenue Officer Roni Cohen-Pavon. Keduanya akhirnya memilih untuk mengaku bersalah.
Dalam perkara tersebut, Mashinsky pada Mei 2025 dijatuhi hukuman 144 bulan penjara karena melakukan penipuan atas komoditas dan sekuritas, serta denda sebesar 48 juta dolar AS. Selain itu, ia juga mencapai kesepakatan penyelesaian dengan CFTC senilai 10 juta dolar AS.
Perlu dicatat, terdakwa Cohen-Pavon dalam kasus yang sama—setelah memberi jaksa petunjuk “bantuan substansial” yang mengarah pada Mashinsky—pada Mei lalu dinyatakan selesai menjalani masa pidananya dan langsung dibebaskan di pengadilan.
Saat ini, hakim yang menangani perkara ini belum memberi respons terhadap permintaan penolakan dari jaksa. Apakah perlawanan hukum Mashinsky pada akhirnya akan membuahkan terobosan, masih perlu ditunggu.
#Celsius #AlexMashinsky
Pada 19 Agustus, dua jaksa federal di Wilayah Selatan New York menentang upaya mantan CEO Celsius untuk meyakinkan pengadilan agar membatalkan putusan, dengan menyatakan bahwa argumen hukumnya “sama sekali tidak berdasar”, serta meminta agar permohonan Alex Mashinsky untuk mencabut putusan tersebut langsung ditolak tanpa menggelar sidang.
Mashinsky dijatuhi hukuman 12 tahun penjara pada Mei 2025 karena penipuan komoditas dan penipuan sekuritas. Pada awal Mei ini, ia memberi tahu pengadilan bahwa ia akan melakukan pembelaan sendiri, lalu kemudian mengajukan mosi pencabutan putusan.
Dalam mosi pencabutan putusan ini, ia memuat tuduhan terhadap bursa mata uang kripto FTX serta mantan rekan kerjanya, mantan Chief Revenue Officer Celsius, Roni Cohen-Pavon. Tujuannya adalah memperoleh kesempatan agar kasus tersebut ditinjau ulang secara prosedural.
Menanggapi permohonan tersebut, jaksa mengajukan dokumen hukum untuk membantah. Jaksa berpendapat bahwa klaim hukumnya tidak didukung oleh bantahan fakta atas ketidakbersalahannya sendiri, sehingga harus ditolak langsung tanpa sidang.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa Mashinsky tidak mengajukan pernyataan bersumpah maupun memberikan bukti baru. Isi mosinya hanya mengulang materi lama, mengalihkan tanggung jawab kepada pihak ketiga, serta menuduh mantan pengacaranya tidak kompeten, namun dokumen tersebut tidak memuat pernyataan fakta apa pun terkait ketidakbersalahannya.
Kasus ini berawal dari 2022. Saat itu, pasar kripto mengalami gejolak hebat. Celsius mengajukan kebangkrutan, menjadi satu lagi raksasa kripto yang tumbang setelah Terraform Labs.
Sejak 2023, pihak berwenang telah mengajukan gugatan terhadap Mashinsky dan mantan Chief Revenue Officer Roni Cohen-Pavon. Keduanya akhirnya memilih untuk mengaku bersalah.
Dalam perkara tersebut, Mashinsky pada Mei 2025 dijatuhi hukuman 144 bulan penjara karena melakukan penipuan atas komoditas dan sekuritas, serta denda sebesar 48 juta dolar AS. Selain itu, ia juga mencapai kesepakatan penyelesaian dengan CFTC senilai 10 juta dolar AS.
Perlu dicatat, terdakwa Cohen-Pavon dalam kasus yang sama—setelah memberi jaksa petunjuk “bantuan substansial” yang mengarah pada Mashinsky—pada Mei lalu dinyatakan selesai menjalani masa pidananya dan langsung dibebaskan di pengadilan.
Saat ini, hakim yang menangani perkara ini belum memberi respons terhadap permintaan penolakan dari jaksa. Apakah perlawanan hukum Mashinsky pada akhirnya akan membuahkan terobosan, masih perlu ditunggu.
#Celsius #AlexMashinsky
