Empat belas hari menulis tentang P2P, beberapa pertanyaan selalu muncul lagi. Kumpulkan saja di satu tempat.

Transfer dulu, kalau ternyata pihak sana tidak mengirim barang bagaimana?

Tidak bisa. Sejak perintah dipadankan, crypto milik pihak penjual sudah masuk ke jaminan dan terkunci di sana. Setelah pembayaran selesai, barulah barang dibuka kuncinya dan ditransfer ke dompet saya.

Pihak sana mengajak chat lewat aplikasi lain supaya cepat, sebaiknya tidak?

Jangan. Keluar dari kotak chat berarti bagian berkas profil tim dukungan tidak bisa dibaca ulang. Cepatnya cuma beberapa menit, tapi kehilangan tempat untuk verifikasi. Semua komunikasi harus tetap dalam perintah.

Bisa pakai dompet digital, bukan rekening bank?

Bisa, asalkan pihak lawan mendaftarkan metode tersebut. Saya pernah membayar lewat dompet digital beberapa kali, lancar. Tapi saya mengatur sendiri: untuk nominal kecil dompet lebih praktis, untuk nominal besar tetap ke bank. Bukan karena salah satu kanal lebih buruk, hanya karena saya terbiasa mencocokkan lewat mutasi. Nama pemilik dompet juga harus sama dengan nama pihak lawan di pesanan.

Pembeli mengirim foto tangkapan layar bahwa sudah transfer, sudah bisa dibuka kuncinya belum?

Belum. Foto itu bukan uang. Buka aplikasi bank dan lihat saldo. Harus cukup semua baru bisa diklik. Kurang beberapa puluh ribu saja pun tetap belum cukup.

Saat memilih pihak lawan, lihat apa?

Lencana, persentase penyelesaian, jumlah order, waktu respons. Harga hanya untuk menyaring putaran awal. Empat baris berkas itu yang benar-benar menentukan.

Kalau merasa tidak beres, tanya siapa?

Tanya langsung di chat dulu; sebagian besar hanya salah paham kecil. Kalau didesak buru-buru, atau sempat dikirimi pesan untuk mengganti nomor rekening penerima di tengah jalan, berhentilah. Kalau masih belum yakin, kirim pesan ke Dukungan Binance, tersedia 24/7. Ingat untuk simpan Order ID, bukti/kwitansi, dan foto chat.

Enam belas kalimat di atas tidak ada yang butuh pengalaman. Cukup lakukan urutannya dengan benar.

Saat order pertama, kalimat kakak-adik mana yang paling dikhawatirkan?

#binancep2pantoan @Binance Vietnam