Saya akhir-akhir ini lebih memperhatikan TermMax, dan satu hal yang terus saya pertimbangkan adalah betapa berbedanya masalah ini dari model pinjaman DeFi yang biasa.
TermMax sedang dibangun dengan pinjaman dan pendanaan berbunga tetap, sekaligus menghadirkan produk bergaya opsi ke dalam sistem yang sama. Desain dengan bunga tetap ini menggunakan token FT, XT, dan GT untuk memisahkan eksposur terhadap pokok, bunga, dan jatuh tempo. Kedengarannya teknis, tapi gagasan praktisnya sebenarnya cukup sederhana: peminjam dan pemberi pinjaman bisa mengetahui dengan lebih jelas apa yang mereka dapat, alih-alih terus-menerus bergantung pada suku bunga mengambang.
Namun, yang menarik perhatian saya justru ada pada lapisan insentifnya.
TermMax menggunakan kampanye Alpha Market dan AP rewards untuk mendorong setoran dan aktivitas perdagangan. Itu masuk akal untuk tahap awal membangun likuiditas, tetapi juga menimbulkan pertanyaan yang menurut saya lebih penting daripada angka-angka headline: seberapa besar aktivitas saat ini terjadi karena pengguna memang ingin eksposur berbunga tetap, dan seberapa besar karena rewards membuat transaksi tersebut sementara menjadi lebih menarik?
Saya mencatat hal ini lebih awal dan menyadari bahwa mungkin inilah tantangan sesungguhnya. Pasar dengan bunga tetap membutuhkan likuiditas yang bisa diprediksi, tetapi likuiditas yang bisa diprediksi sulit dibangun ketika para partisipan utamanya digerakkan oleh rewards.
Bagian yang menarik adalah apakah TermMax pada akhirnya bisa membuat produknya cukup berguna sehingga insentif menjadi sesuatu yang sekunder.
Jika itu terjadi, protokol akan terlihat kurang seperti venue lain untuk yield-farming dan lebih seperti infrastruktur fixed-income on-chain yang benar-benar nyata. Tapi perjalanan dari satu kondisi ke kondisi lainnya adalah bagian yang patut disimak.
#termmax @TermMax
TermMax sedang dibangun dengan pinjaman dan pendanaan berbunga tetap, sekaligus menghadirkan produk bergaya opsi ke dalam sistem yang sama. Desain dengan bunga tetap ini menggunakan token FT, XT, dan GT untuk memisahkan eksposur terhadap pokok, bunga, dan jatuh tempo. Kedengarannya teknis, tapi gagasan praktisnya sebenarnya cukup sederhana: peminjam dan pemberi pinjaman bisa mengetahui dengan lebih jelas apa yang mereka dapat, alih-alih terus-menerus bergantung pada suku bunga mengambang.
Namun, yang menarik perhatian saya justru ada pada lapisan insentifnya.
TermMax menggunakan kampanye Alpha Market dan AP rewards untuk mendorong setoran dan aktivitas perdagangan. Itu masuk akal untuk tahap awal membangun likuiditas, tetapi juga menimbulkan pertanyaan yang menurut saya lebih penting daripada angka-angka headline: seberapa besar aktivitas saat ini terjadi karena pengguna memang ingin eksposur berbunga tetap, dan seberapa besar karena rewards membuat transaksi tersebut sementara menjadi lebih menarik?
Saya mencatat hal ini lebih awal dan menyadari bahwa mungkin inilah tantangan sesungguhnya. Pasar dengan bunga tetap membutuhkan likuiditas yang bisa diprediksi, tetapi likuiditas yang bisa diprediksi sulit dibangun ketika para partisipan utamanya digerakkan oleh rewards.
Bagian yang menarik adalah apakah TermMax pada akhirnya bisa membuat produknya cukup berguna sehingga insentif menjadi sesuatu yang sekunder.
Jika itu terjadi, protokol akan terlihat kurang seperti venue lain untuk yield-farming dan lebih seperti infrastruktur fixed-income on-chain yang benar-benar nyata. Tapi perjalanan dari satu kondisi ke kondisi lainnya adalah bagian yang patut disimak.
#termmax @TermMax