#termmax @TermMax
😭 mengalami kerugian sebesar $RED $CLO dan $EDEN , saya benar-benar depresi. Jadi saat sedang minum kopi, ada satu metrik yang langsung menarik perhatian saya saat meneliti TermMax: hampir $29,5M dari sekitar $34M TVL-nya sedang aktif ditempatkan dalam pinjaman. Kebanyakan orang akan melihat itu sebagai cerita tentang tingkat pemanfaatan (utilization). Saya pikir itu mengungkap sesuatu yang lebih penting.
Selama bertahun-tahun, pinjaman DeFi sebagian besar bergantung pada suku bunga berbasis algoritmik. Modal masuk ke sebuah pool, pemanfaatan berubah, dan suku bunga menyesuaikan secara otomatis. Yang kurang adalah cara berbasis pasar untuk memberi harga waktu.
Di sinilah TermMax menjadi menarik.
Alih-alih memperlakukan semua permintaan pinjaman sama, protokol ini memungkinkan pasar terbentuk di sekitar jatuh tempo tertentu. Pinjaman yang berakhir dalam seminggu dan pinjaman yang berakhir beberapa bulan kemudian bisa memiliki tingkat bunga yang berbeda karena para peserta secara langsung memperhitungkan risiko durasi. Hasilnya adalah sesuatu yang jarang dihasilkan secara alami oleh DeFi: kurva imbal hasil (yield curve) on-chain.
Implikasi yang lebih dalam adalah bahwa DeFi mungkin bergerak melewati pengelolaan likuiditas dan menuju infrastruktur pasar kredit. Perbedaan imbal hasil mulai mencerminkan ekspektasi, biaya kesempatan, dan premi risiko—bukan sekadar pemanfaatan pool.
Pasar obligasi tradisional menggunakan kurva imbal hasil untuk memahami nilai modal terhadap waktu. TermMax menunjukkan bahwa keuangan on-chain mulai mengembangkan kemampuan yang sama.
Jika generasi berikutnya DeFi dibangun di sekitar pasar pendapatan tetap (fixed income) ketimbang pool suku bunga mengambang, akankah penetapan harga risiko kompetitif menjadi lebih penting daripada insentif likuiditas itu sendiri?
🥲butuh satu cangkir kopi lagi sekarang.
Apa yang akan mendorong evolusi berikutnya dari pinjaman DeFi?
😭 mengalami kerugian sebesar $RED $CLO dan $EDEN , saya benar-benar depresi. Jadi saat sedang minum kopi, ada satu metrik yang langsung menarik perhatian saya saat meneliti TermMax: hampir $29,5M dari sekitar $34M TVL-nya sedang aktif ditempatkan dalam pinjaman. Kebanyakan orang akan melihat itu sebagai cerita tentang tingkat pemanfaatan (utilization). Saya pikir itu mengungkap sesuatu yang lebih penting.
Selama bertahun-tahun, pinjaman DeFi sebagian besar bergantung pada suku bunga berbasis algoritmik. Modal masuk ke sebuah pool, pemanfaatan berubah, dan suku bunga menyesuaikan secara otomatis. Yang kurang adalah cara berbasis pasar untuk memberi harga waktu.
Di sinilah TermMax menjadi menarik.
Alih-alih memperlakukan semua permintaan pinjaman sama, protokol ini memungkinkan pasar terbentuk di sekitar jatuh tempo tertentu. Pinjaman yang berakhir dalam seminggu dan pinjaman yang berakhir beberapa bulan kemudian bisa memiliki tingkat bunga yang berbeda karena para peserta secara langsung memperhitungkan risiko durasi. Hasilnya adalah sesuatu yang jarang dihasilkan secara alami oleh DeFi: kurva imbal hasil (yield curve) on-chain.
Implikasi yang lebih dalam adalah bahwa DeFi mungkin bergerak melewati pengelolaan likuiditas dan menuju infrastruktur pasar kredit. Perbedaan imbal hasil mulai mencerminkan ekspektasi, biaya kesempatan, dan premi risiko—bukan sekadar pemanfaatan pool.
Pasar obligasi tradisional menggunakan kurva imbal hasil untuk memahami nilai modal terhadap waktu. TermMax menunjukkan bahwa keuangan on-chain mulai mengembangkan kemampuan yang sama.
Jika generasi berikutnya DeFi dibangun di sekitar pasar pendapatan tetap (fixed income) ketimbang pool suku bunga mengambang, akankah penetapan harga risiko kompetitif menjadi lebih penting daripada insentif likuiditas itu sendiri?
🥲butuh satu cangkir kopi lagi sekarang.
Apa yang akan mendorong evolusi berikutnya dari pinjaman DeFi?
A) Higher yields
0%
Larger liquidity pools
0%
On chain yield curves
0%
Better risk management
0%
0 Voting • Voting ditutup