#binancep2pantoan @Binance Vietnam

PERINGATAN: SALAH SATU KASUS PENGAJUAN KEBERATAN P2P DENGAN BILL TRANSFER YANG PATUT DIWASPADAI

Adik laki-laki saya baru saja mengalami kasus yang cukup membuatnya bingung saat melakukan transaksi P2P di Binance.

Adik saya melakukan 2 perintah jual koin sepenuhnya normal, uang ditransfer ke rekening sesuai jumlah, lalu koin juga sudah dilepas kepada pihak pembeli, tidak ada masalah kelebihan uang yang diterima.

Namun kemudian, pihak pembeli mengajukan komplain ke Binance dengan alasan bahwa ia telah mentransfer uang berlebih kepada saya,
sambil menyertakan sebuah bill transfer yang menurut adik saya diduga palsu.

Yang menarik, setelah itu Binance justru memotong langsung jumlah USDT di akun adik saya, (pada gambar nomor 2) membuat adik saya benar-benar panik karena transaksi awal sudah selesai dan uang juga sudah diterima penuh.

Namun, adik saya kemudian memberikan kembali seluruh bukti lengkap, riwayat transaksi, dan dokumen terkait kepada Binance untuk diverifikasi.

๐Ÿ‘‰ Pembaruan terbaru: Binance telah memastikan adik saya tidak bersalah, mengonfirmasi bahwa masalahnya bukan karena adik saya, dan telah mengembalikan seluruh uang yang dipotong setelah 72 jam pengajuan komplain.

Meskipun pada akhirnya sudah diselesaikan, kejadian ini tetap sangat layak untuk diperhatikan semua orang.

Jika benar pelaku bisa menggunakan bill palsu untuk membuat komplain, maka penjual P2P sebenarnya dapat terjebak dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan selama proses penanganan sengketa.

โš ๏ธ Bagi siapa pun yang sedang bertransaksi P2P, sebaiknya simpan semua riwayat transaksi, bill, informasi rekening penerimaan uang, dan seluruh percakapan chat. Ketika terjadi sengketa, semakin banyak bukti yang jelas, semakin mudah membela hak kita.

Ada yang pernah mengalami kasus serupa seperti ini di Binance belum? Bagikan agar kita semua tetap waspada ya.