Transaksi gagal setelahnya, DUSK yang berkurang di dompet—apakah itu berarti uangnya benar-benar terbuang?👻?
Saat aku membaca halaman Tokenomics Dusk, aku menemukan satu aturan yang gampang banget terlewat: jika transaksi menghabiskan gas, transaksi akan di-rollback, tapi gas yang sudah terpakai tetap akan dipungut. “Gagal” yang disebut pengguna di mulutnya, di blockchain sebenarnya minimal bisa punya dua hasil.
Gas limit adalah batas maksimum seberapa banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dalam pemanggilan kali ini, sedangkan gas price adalah harga per unit pekerjaan. Biaya dihitung berdasarkan konsumsi aktual—kalau tidak terpakai, tidak dipotong. Aturan ini pada dasarnya tidak ada masalah. Yang merepotkan adalah biasanya dompet hanya memberi pengguna pesan merah dengan tulisan putih: “Failed”.
Dulu aku pasti menyalahkan pengguna karena tidak menyiapkan biaya (fee) yang cukup. Sekarang kalau dilihat lagi, apakah produk sudah menjelaskan dengan jelas penyebab kegagalannya? Itu langsung menentukan apakah pengguna masih mau mengklik sekali lagi. Kurang kerjaan (workload), atau masalah izin (permission), parameter, atau kondisi jaringan—cara penanganannya sama sekali berbeda.
Beri contoh skenario. Ada orang yang memakai sedikit DUSK untuk berinteraksi dengan smart contract, tapi gas limit disetel terlalu rendah. Transaksi gagal, saldo berkurang, tapi status di blockchain tidak berubah. Dia coba lagi, lalu membayar biaya lagi. Kalau akar masalahnya adalah penulisan parameter yang salah, fee hanya akan terus “terbakar”.
Jadi aku benar-benar tidak merasa mekanisme gas Dusk bisa disimpulkan sesederhana “kalau gagal pun tetap kena biaya”. Protokol sudah menuliskan batasnya dengan jelas: bagian yang tidak terpakai akan dikembalikan, dan bagian yang terpakai akan tetap dikenakan biaya. Yang perlu dilakukan produk adalah menerjemahkan batas itu ke bahasa manusia. <0>@Dusk </0> Kalau bisa menampilkan gas limit, konsumsi aktual, dan penyebab kegagalan sekaligus di catatan kegagalan, <0>$DUSK </0> ambang penggunaan bisa berkurang satu lapis kesalahpahaman. <0>#dusk </0>
<0></0>
Saat aku membaca halaman Tokenomics Dusk, aku menemukan satu aturan yang gampang banget terlewat: jika transaksi menghabiskan gas, transaksi akan di-rollback, tapi gas yang sudah terpakai tetap akan dipungut. “Gagal” yang disebut pengguna di mulutnya, di blockchain sebenarnya minimal bisa punya dua hasil.
Gas limit adalah batas maksimum seberapa banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dalam pemanggilan kali ini, sedangkan gas price adalah harga per unit pekerjaan. Biaya dihitung berdasarkan konsumsi aktual—kalau tidak terpakai, tidak dipotong. Aturan ini pada dasarnya tidak ada masalah. Yang merepotkan adalah biasanya dompet hanya memberi pengguna pesan merah dengan tulisan putih: “Failed”.
Dulu aku pasti menyalahkan pengguna karena tidak menyiapkan biaya (fee) yang cukup. Sekarang kalau dilihat lagi, apakah produk sudah menjelaskan dengan jelas penyebab kegagalannya? Itu langsung menentukan apakah pengguna masih mau mengklik sekali lagi. Kurang kerjaan (workload), atau masalah izin (permission), parameter, atau kondisi jaringan—cara penanganannya sama sekali berbeda.
Beri contoh skenario. Ada orang yang memakai sedikit DUSK untuk berinteraksi dengan smart contract, tapi gas limit disetel terlalu rendah. Transaksi gagal, saldo berkurang, tapi status di blockchain tidak berubah. Dia coba lagi, lalu membayar biaya lagi. Kalau akar masalahnya adalah penulisan parameter yang salah, fee hanya akan terus “terbakar”.
Jadi aku benar-benar tidak merasa mekanisme gas Dusk bisa disimpulkan sesederhana “kalau gagal pun tetap kena biaya”. Protokol sudah menuliskan batasnya dengan jelas: bagian yang tidak terpakai akan dikembalikan, dan bagian yang terpakai akan tetap dikenakan biaya. Yang perlu dilakukan produk adalah menerjemahkan batas itu ke bahasa manusia. <0>@Dusk </0> Kalau bisa menampilkan gas limit, konsumsi aktual, dan penyebab kegagalan sekaligus di catatan kegagalan, <0>$DUSK </0> ambang penggunaan bisa berkurang satu lapis kesalahpahaman. <0>#dusk </0>
<0></0>