#termmax

Banyak orang menganggap fixed rate sebagai “pilihan produk tambahan”.
Namun bagi @TermMax , fixed rate tidak pernah menjadi produk—melainkan infrastruktur.
Pendiri Jerry Li telah lama berkecimpung di keuangan tradisional. Ia pernah menjabat sebagai Managing Director di Deutsche Bank, bertanggung jawab atas bisnis global untuk emerging markets; ia lama terendam dalam logika keuangan paling mendasar seperti pendapatan tetap, penetapan harga kredit, dan pencocokan aset-liabilitas (asset-liability matching).
Menurutnya, salah satu alasan keuangan tradisional mampu menopang perputaran dana dalam skala besar adalah: suku bunga, tenor, dan risiko dapat diperjanjikan dan diperdagangkan sejak awal. Tanpa “bahasa” itu, dana jangka panjang sulit benar-benar masuk.
Sementara itu, dalam DeFi selama hampir satu dekade terakhir, semuanya hampir berjalan dengan floating rate—suku bunga bisa berlipat ganda dalam semalam, peminjam tidak bisa menghitung biaya dengan pasti, dan penyedia dana tidak bisa mengunci imbal hasil. Sistem ini cocok untuk spekulasi, tetapi sulit menjadi basis infrastruktur kredit yang sesungguhnya.
Maka mereka membangun TermMax: memecah fixed rate menjadi tiga token, membuat penetapan harga lebih fleksibel dengan Range Order, agar dana yang menganggur tetap bekerja; mengubah leverage menjadi NFT yang bisa diselesaikan dalam satu klik. Targetnya bukan mengejar APY yang lebih tinggi, melainkan membuat “suku bunga, tenor, dan risiko” untuk pertama kalinya menjadi jelas di atas rantai (on-chain).
Known rate. Known term. Known risk.
Ini bukan sekadar narasi—ini adalah alasan seseorang yang pernah mengerjakan fixed income tradisional, bersikukuh untuk memindahkan hal itu ke blockchain.
Setelah TGE pada 25 Agustus, ujian yang sesungguhnya baru dimulai.