@TermMax mekanisme fixed rate ini, aku benar-benar perlu membaca whitepaper resmi dua kali supaya akhirnya paham

Tadi sebelumnya aku lihat ada orang yang memuji TermMax cukup tinggi. Kemarin aku sengaja membongkar bagaimana cara penetapan tingkat bunganya. Jujur, pembacaan pertama kali aku belum paham. Setelah itu barulah aku coba berinteraksi lewat antarmuka, baru aku sadar

Ini berbeda dengan Aave—bukan berarti kalau jumlah dana di pool berkurang lalu otomatis bunganya naik. Mekanismenya berdasarkan tanggal jatuh tempo. Misalnya kamu memilih jatuh tempo 30 hari lagi, maka hari itu menjadi satu lelang yang terpisah. Orang yang ingin menyimpan dan orang yang ingin meminjam sama-sama memasang order di pool tersebut. Pada akhirnya, sistem melakukan matching dan menghasilkan satu tingkat bunga yang seragam. Semua pihak yang transaksi akan mendapatkan tingkat bunga itu, tidak peduli kamu memasang order dulu atau belakangan

Awalnya aku pikir ini kan seperti order book? Tapi ternyata ada sedikit perbedaan: transaksinya tidak langsung matched secara instan. Ia harus menunggu sampai jendela lelang selesai, agak mirip dengan lelang harga agregat (batch auction). Kelebihannya adalah tingkat bunga tidak bisa semaunya diatur oleh platform; benar-benar “diperebutkan” oleh para peserta. Misalnya hari ini yang mau meminjam USDC banyak, maka tingkat bunganya naik. Kalau tidak ada yang meminjam, meskipun kamu pasang tinggi, tetap tidak akan tersalurkan

Tapi kekurangannya juga jelas. Kalau butuh uang dengan mendesak, kamu harus menunggu jendela tersebut—tidak sepraktis Aave yang lebih langsung. Secara keseluruhan cocok untuk orang yang nyaman dengan pola berjangka. Untuk pemula mungkin memang belum tentu mudah dipahami. #defi

Di atas hanya catatan penelitian pribadi, bukan merupakan saran. DeFi memiliki risiko.

#termmax