Biasanya, menambah posisi (average down) setelah menembus resistance yang sudah pernah ditembus pada tembusan kedua itu sebenarnya yang paling aman. Ini lebih stabil dibanding menambah saat pullback, karena saat pullback kamu belum tentu berani untuk menyambung (mengambil posisi). Dalam kondisi penurunan, jika kamu tidak tahu cara membaca sinyal kapan harga akan berhenti turun (tanda berhenti jatuh), maka kamu yang berlawanan arah akan jadi ragu dan tidak berani untuk buy lebih banyak. Kamu jadi tidak yakin.
Kalau kamu belum melihat kelinci, jaga pintu lubang—ini adalah strategi sisi kiri: menunggu pullback lalu long di area rendah;
Kalau kamu melihat kelinci muncul, kejar—ini adalah strategi sisi kanan: melakukan tambahan posisi saat terjadi breakout.
Jadi, saya selamanya tidak menganjurkan membuka posisi langsung dengan porsi besar (all-in/overweight) atau melakukan “so-ha” (semua masuk). Itu perilaku berjudi, bukan trading. Tidak bisa makan dalam sekali suap. Bahkan jika arahnya benar, tetap saja ada kondisi-kondisi khusus yang bisa terjadi—misalnya jarum (lonjakan) ke atas atau ke bawah hanya berlangsung sedetik dua detik. Dengan menumpuk keuntungan secara searah tren berdasarkan keuntungan yang sudah didapat, barulah posisi besar seperti ini yang paling aman dan peluangnya menang. Logikanya sederhana: kamu sudah berada dalam kondisi floating profit. Jika tren masih memandang bullish, maka menumpuk (porsi besar) dan all-in saat ini jauh lebih baik—lebih kuat seribu kali dibanding menumpuk sejak awal. Karena yang pertama paling buruk hanya bisa balik modal (tidak rugi besar, atau bahkan impas), tidak untung tidak rugi. Sedangkan yang kedua, saat terjadi situasi yang tidak normal, kamu bahkan tidak bisa membelokkan bagian depan (arah) sama sekali—lalu akan cepat masuk ke kebingungan dan pergulatan untuk memilih.
Trading: jangan ada keraguan dan kebimbangan apa pun. Harus tegas dan mengambil keputusan cepat—yang penting perang cepat, jangan lama, karena makin lama makin banyak perubahan.
Kalau kamu belum melihat kelinci, jaga pintu lubang—ini adalah strategi sisi kiri: menunggu pullback lalu long di area rendah;
Kalau kamu melihat kelinci muncul, kejar—ini adalah strategi sisi kanan: melakukan tambahan posisi saat terjadi breakout.
Jadi, saya selamanya tidak menganjurkan membuka posisi langsung dengan porsi besar (all-in/overweight) atau melakukan “so-ha” (semua masuk). Itu perilaku berjudi, bukan trading. Tidak bisa makan dalam sekali suap. Bahkan jika arahnya benar, tetap saja ada kondisi-kondisi khusus yang bisa terjadi—misalnya jarum (lonjakan) ke atas atau ke bawah hanya berlangsung sedetik dua detik. Dengan menumpuk keuntungan secara searah tren berdasarkan keuntungan yang sudah didapat, barulah posisi besar seperti ini yang paling aman dan peluangnya menang. Logikanya sederhana: kamu sudah berada dalam kondisi floating profit. Jika tren masih memandang bullish, maka menumpuk (porsi besar) dan all-in saat ini jauh lebih baik—lebih kuat seribu kali dibanding menumpuk sejak awal. Karena yang pertama paling buruk hanya bisa balik modal (tidak rugi besar, atau bahkan impas), tidak untung tidak rugi. Sedangkan yang kedua, saat terjadi situasi yang tidak normal, kamu bahkan tidak bisa membelokkan bagian depan (arah) sama sekali—lalu akan cepat masuk ke kebingungan dan pergulatan untuk memilih.
Trading: jangan ada keraguan dan kebimbangan apa pun. Harus tegas dan mengambil keputusan cepat—yang penting perang cepat, jangan lama, karena makin lama makin banyak perubahan.