Presiden perusahaan minyak negara Brasil, Petrobras, Magda Chambriard, mengatakan bahwa temuan tersebut «sangat penting» untuk mempertahankan Brasil sebagai «pusat yang secara geopolitik penting di dunia minyak selama dekade mendatang».

Petrobras milik negara Brasil berencana memulai produksi minyak di dekat muara Sungai Amazon dalam jangka waktu hingga tujuh tahun, demikian perkiraan yang disampaikan oleh presiden perusahaan minyak tersebut, Magda Chambriard.

Perusahaan yang dikendalikan negara Brasil namun sahamnya diperdagangkan di bursa mengumumkan pada hari Jumat penemuan hidrokarbon sekitar 175 kilometer dari pesisir negara bagian Amapá, wilayah tempat Sungai Amazon bermuara, pada kedalaman air 2.886 meter.

Chambriard mengatakan dalam sebuah wawancara dengan GloboNews bahwa penemuan ini «sangat relevan» untuk mempertahankan Brasil sebagai «pusat yang penting secara geopolitik dalam dunia minyak selama dekade berikutnya».

«Saya membayangkan Amapá (bagian utara) bisa memiliki minyak yang diproduksi di perairan sangat dalam dalam waktu sekitar enam atau tujuh tahun dari sekarang,» perkiraannya.

Sumur tempat terdeteksinya adanya minyak dan gas dioperasikan 100% oleh Petrobras dan berada di kawasan yang dikenal sebagai Margen Ecuatorial, wilayah luas yang telah dieksplorasi oleh negara tetangga Guyana dan Suriname.

Petrobras memastikan temuan tersebut di wilayah Brasil melalui «catatan kelistrikan dan indikasi pada batuan», demikian yang disampaikannya dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan minyak itu juga melaporkan bahwa operasi pengeboran di sumur yang dikenal sebagai ‘Morpho’ terus berlangsung untuk melakukan tindak lanjut «penilaian eksplorasi, secara aman dan dengan menghormati lingkungan serta masyarakat».

Eksplorasi di cekungan sedimen di muara Sungai Amazon termasuk dalam strategi Petrobras untuk «menata kembali cadangan minyak dan gas» guna «memenuhi kebutuhan energi nasional selama transisi energi».

Pemerintahan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, yang tahun ini akan berupaya memenangkan pemilihan ulang, telah membela pekerjaan Petrobras di wilayah tersebut. Kegiatan itu baru dimulai setelah mendapat persetujuan dari Institut Lingkungan Hidup Brasil (Ibama) pada Oktober 2025.

Namun, berbagai organisasi pemerhati lingkungan, seperti Greenpeace atau WWF, telah memperingatkan risiko sosial-lingkungan yang serius yang akan ditimbulkan oleh eksploitasi minyak di ladang-ladang lepas pantai yang berdekatan dengan muara Sungai Amazon, sebuah kawasan bernilai biologis tinggi.

#amazonasvenezuela #brasil #petróleo #venezuela #Brazil $CL $BZ