#dusk $DUSK @Dusk
Saat suatu operasi selesai, biasanya saya melihat hasilnya. Namun akhir-akhir ini saya mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya harus terjadi di balik suatu operasi agar bisa dianggap benar-benar tertutup. Suatu entri bisa berubah menjadi eksekusi, evolusi, pembayaran, dan hasil, tetapi tidak satu pun dari tahap-tahap itu saja yang menjelaskan kapan seluruh proses akhirnya benar-benar tertetapkan.
Pertanyaan itu membawa saya kembali ke Dusk, namun kali ini dari sudut pandang yang berbeda. Saat meninjau Dusk Trade, saya menemukan bahwa aset keuangan tidak sekadar berpindah dari “dibeli” ke “dijual”: ada proses incorporasi, kelayakan, trading, koordinasi pembayaran, dan settlement. Itu membuka pertanyaan kedua bagi saya: jika terdapat begitu banyak tahap, komponen apa yang menentukan bahwa status akhir benar-benar ditetapkan?
Di situlah muncul DuskDS. Fungsinya dalam arsitektur Dusk membuat saya memahami bahwa mengeksekusi suatu operasi dan menyelesaikan statusnya tidak selalu merupakan hal yang sama. Tetapi kemudian muncul keraguan lain: jika satu bagian dari arsitektur menjalankan dan bagian lain membantu menetapkan status, bagaimana semuanya tetap terkoordinasi?
Saat terus meneliti, saya menemukan sebuah arsitektur di mana lapisan-lapisan yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda pula. Dan di situlah cara pandang saya terhadap suatu operasi berubah. Sebelumnya saya cenderung berpikir terutama tentang alur dari input ke output; sekarang saya mulai melihatnya sebagai proses di mana eksekusi, status, dan settlement harus saling cocok agar hasil akhir masuk akal.
Saya tidak menyelesaikan penelitian ini dengan kesimpulan bahwa Dusk mengubah suatu operasi trading menjadi sesuatu yang berbeda. Yang berubah adalah cara saya sendiri mengamatinya: suatu hasil yang terlihat bisa jadi hanyalah potongan terakhir dari proses yang jauh lebih besar.
@Dusk_Foundation #dusk $DUSK
Saat suatu operasi selesai, biasanya saya melihat hasilnya. Namun akhir-akhir ini saya mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya harus terjadi di balik suatu operasi agar bisa dianggap benar-benar tertutup. Suatu entri bisa berubah menjadi eksekusi, evolusi, pembayaran, dan hasil, tetapi tidak satu pun dari tahap-tahap itu saja yang menjelaskan kapan seluruh proses akhirnya benar-benar tertetapkan.
Pertanyaan itu membawa saya kembali ke Dusk, namun kali ini dari sudut pandang yang berbeda. Saat meninjau Dusk Trade, saya menemukan bahwa aset keuangan tidak sekadar berpindah dari “dibeli” ke “dijual”: ada proses incorporasi, kelayakan, trading, koordinasi pembayaran, dan settlement. Itu membuka pertanyaan kedua bagi saya: jika terdapat begitu banyak tahap, komponen apa yang menentukan bahwa status akhir benar-benar ditetapkan?
Di situlah muncul DuskDS. Fungsinya dalam arsitektur Dusk membuat saya memahami bahwa mengeksekusi suatu operasi dan menyelesaikan statusnya tidak selalu merupakan hal yang sama. Tetapi kemudian muncul keraguan lain: jika satu bagian dari arsitektur menjalankan dan bagian lain membantu menetapkan status, bagaimana semuanya tetap terkoordinasi?
Saat terus meneliti, saya menemukan sebuah arsitektur di mana lapisan-lapisan yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda pula. Dan di situlah cara pandang saya terhadap suatu operasi berubah. Sebelumnya saya cenderung berpikir terutama tentang alur dari input ke output; sekarang saya mulai melihatnya sebagai proses di mana eksekusi, status, dan settlement harus saling cocok agar hasil akhir masuk akal.
Saya tidak menyelesaikan penelitian ini dengan kesimpulan bahwa Dusk mengubah suatu operasi trading menjadi sesuatu yang berbeda. Yang berubah adalah cara saya sendiri mengamatinya: suatu hasil yang terlihat bisa jadi hanyalah potongan terakhir dari proses yang jauh lebih besar.
@Dusk_Foundation #dusk $DUSK
