#binancep2pantoan @Binance Vietnam 🇻🇳

Pernah suatu kali saya melihat nominal uang yang sudah masuk ke akun dan hampir langsung menekan tombol Release.

Pembeli mengirim pesan: “Mas, saya titip minta orang rumah transfer ya, uangnya sudah masuk. Bantu Release untuk saya.”

Screenshot juga sudah dikirim. Nominalnya cocok. Tapi nama pengirim… bukan nama orang yang sedang berchat dengan saya di order tersebut.

Saat itu saya berhenti.

Karena di P2P, dana yang masuk ke akun belum cukup. Informasi pengirim harus sesuai dengan pihak yang sedang melakukan transaksi di platform. Kalau namanya tidak sama, risikonya bukan lagi soal “ada uang atau tidak”, melainkan apakah pembayaran itu memang milik order yang benar.

Ini kesalahan yang sangat banyak dialami oleh orang-orang baru. Mereka berpikir: “Kalau uang sudah masuk, berarti sudah beres.” Padahal kenyataannya, jika nanti ada masalah (komplain dari pihak bank, sengketa, atau pihak ketiga yang menagih kembali), Anda akan sangat sulit membuktikan bahwa transaksi ini sah bila nama pengirim tidak terkait dengan order.

Cara saya menangani sejak saat itu:

- Jangan pernah release hanya karena nominalnya benar.
- Cek dengan teliti apakah nama pengirim sesuai dengan informasi di order.
- Jika tidak sesuai, saya biarkan crypto tetap di escrow, tidak langsung mengirim pengembalian dana ke akun lain berdasarkan permintaan pihak mitra.
- Semua pertukaran tetap disimpan di chat order.
- Jika merasa ada kejanggalan, saya buka Appeal segera dan meminta Binance membantu memproses sesuai prosedur.

Escrow ada justru karena situasi seperti ini. Ia memberi Anda waktu untuk memeriksa, bukan memaksa Anda mengambil keputusan di bawah tekanan “uang sudah masuk”.

Transaksi yang aman bukan hanya soal menerima uang. Tapi juga memastikan bahwa uang itu berasal dari orang yang benar, dan untuk order yang benar.

#crypto #Binance