Transaksi P2P yang aman terkadang dimulai dari… tahu kapan harus berkata “TIDAK”

Ada satu hal yang saya sadari setelah mempelajari Binance P2P: tidak semua transaksi layak diperjuangkan sampai selesai.

Terkadang pembeli/penjual menawarkan harga yang sangat menarik. Transaksinya tampak biasa saja, tetapi kemudian muncul permintaan seperti:

❌ “Pindah ke Zalo saja, biar lebih praktis.”
❌ “Tolong transfer ke rekening ini, rekening yang satunya sedang bermasalah.”
❌ “Saya sudah kirim bukti transaksi, tolong konfirmasi dulu.”
❌ “Batalkan pesanan ini, lalu kita buat lagi. Lebih cepat.”
❌ “Kirim kode OTP untuk konfirmasi.”

Dalam situasi seperti itu, menurut saya **tidak perlu sungkan untuk menolak**.

Saya lebih memilih melewatkan transaksi dengan harga bagus daripada memaksakan diri menyelesaikan transaksi yang membuat saya merasa tidak yakin.

Satu prinsip yang menurut saya mudah diingat:

> Jika transaksi mulai melibatkan langkah-langkah di luar prosedur normal, berhentilah sejenak.

Periksa kembali informasi pada pesanan.
Periksa rekening penerima/pengirim.
Jangan berikan informasi keamanan.
Jangan klik tautan yang sumbernya tidak jelas.
Dan jika terjadi sengketa, gunakan fitur **Banding** daripada menanganinya sendiri sesuai permintaan pihak lain.

P2P memberi saya banyak pilihan, tetapi **memiliki pilihan juga berarti saya berhak melewatkan transaksi yang terasa tidak aman.**

Tidak perlu bertransaksi dengan segala cara.

Transaksi yang dilewatkan hari ini mungkin hanya berarti kehilangan kesempatan mendapat harga bagus. Namun, transaksi yang dilakukan tanpa hati-hati bisa membuat kita menanggung kerugian yang jauh lebih besar.

#binancep2pantoan @Binance Vietnam