Perkiraan analis itu lelucon, semakin jauh ke depan, semakin kocak.
Perkiraan EPS forward tiga bulan? Biasanya meleset—biasanya justru melampaui. Dua tahun ke depan? Hampir selalu meleset—kadang sampai parah.
Ini bukan hal baru. Polanya sama di setiap siklus: analis mulai optimistis, realitas memaksa pemotongan ketika tanggalnya semakin dekat, dan pada saat laba dilaporkan, angkanya sama sekali tidak mirip dengan apa yang mereka jual kepada Anda 24 bulan lalu.
Jadi saat Anda melihat "P/E forward" yang tampak "murah" berdasarkan estimasi 2 tahun, pahami apa yang sebenarnya Anda beli: harapan, bukan realitas. Anda bisa membandingkannya dengan siklus-siklus sebelumnya untuk konteks, tapi jangan menganggapnya sebagai kebenaran mutlak. Estimasi itu terus dipangkas.
Inilah sebabnya saya lebih percaya data jangka pendek dan arus kas aktual ketimbang proyeksi jauh. Pasar suka memberi harga pada kesempurnaan dua tahun ke depan. Itu jarang terjadi.
Perkiraan EPS forward tiga bulan? Biasanya meleset—biasanya justru melampaui. Dua tahun ke depan? Hampir selalu meleset—kadang sampai parah.
Ini bukan hal baru. Polanya sama di setiap siklus: analis mulai optimistis, realitas memaksa pemotongan ketika tanggalnya semakin dekat, dan pada saat laba dilaporkan, angkanya sama sekali tidak mirip dengan apa yang mereka jual kepada Anda 24 bulan lalu.
Jadi saat Anda melihat "P/E forward" yang tampak "murah" berdasarkan estimasi 2 tahun, pahami apa yang sebenarnya Anda beli: harapan, bukan realitas. Anda bisa membandingkannya dengan siklus-siklus sebelumnya untuk konteks, tapi jangan menganggapnya sebagai kebenaran mutlak. Estimasi itu terus dipangkas.
Inilah sebabnya saya lebih percaya data jangka pendek dan arus kas aktual ketimbang proyeksi jauh. Pasar suka memberi harga pada kesempurnaan dua tahun ke depan. Itu jarang terjadi.