Pengungkit yang Tersembunyi di Balik Imbal Hasil Staking

Posisi ETH yang di-stake terlihat seperti hal paling aman dalam portofolio. Tidak ada harga likuidasi, tidak ada margin call, tidak ada funding rate. Perasaan itu sering kali keliru.

Token likuid staking seperti stETH atau rETH adalah token tanda terima (receipt token) untuk modal yang di-stake. Dengan sendirinya, ia hanya melacak imbal hasil yang mendasarinya. Namun setelah didepositkan sebagai jaminan di pasar pinjaman, dipinjamkan terhadapnya, dan di-restake, token tersebut menjadi satu lapisan dalam sebuah putaran pengungkit (leverage loop). Setiap putaran meningkatkan APR yang ditampilkan sekaligus menambahkan ambang likuidasi yang kebanyakan pemegangnya tidak sadar bahwa mereka telah menanggungnya.

Seluruh struktur bergantung pada token tanda terima mempertahankan nilai kira-kira 1:1 dengan aset yang mendasarinya. Patokan (peg) itu dijaga oleh arbitrase, bukan sesuatu yang pasti. Pada 2022, stETH diperdagangkan dengan diskon nyata terhadap ETH setelah sebuah pemberi pinjaman besar mulai melikuidasi posisi menggunakan stETH sebagai jaminan. ETH sendiri tetap terus memperoleh imbalan secara normal. Diskon tersebut muncul karena penjualan paksa dari posisi berpengungkit yang dibangun di atas stETH, bukan karena adanya cacat pada mekanisme staking itu sendiri.

Pemegang yang hanya melakukan staking lalu menyimpan token tanda terima tidak terdampak. Pemegang yang memasukkannya ke dalam pengungkit pinjaman (loop) justru mengalami likuidasi dengan diskon, meskipun aset yang awalnya mereka stake tidak kehilangan nilai.

Pertanyaan pembeda bukan apakah suatu posisi di-stake, melainkan apakah token tanda terima melakukan hal lain. Jika hanya berada di dalam dompet, ia membawa risiko dari protokol yang mendasarinya saja. Jika didepositkan sebagai jaminan, ia mewarisi risiko likuidasi dari apa pun yang dipinjamkan terhadapnya. Dua dompet bisa sama-sama menampilkan imbal hasil staking yang mirip, sementara yang satu adalah deposit biasa dan yang lainnya sudah tiga lapis pengungkit.

APR biasanya menjadi petunjuk. Imbal hasil yang beberapa kali lipat di atas tingkat dasar staking umumnya berarti ada sebuah loop di suatu tempat dalam tumpukan. Komposabilitas membuat DeFi begitu kuat, dan sekaligus alasan mengapa imbal hasil yang tampak pasif bisa membawa pengungkit dengan nama yang berbeda.

#DeFi #Staking #Leverage #RiskManagement #Crypto