Berikut sesuatu yang mengejutkan orang yang baru mengenal dunia finansial: saat Anda membeli obligasi atau ETF, Anda sebenarnya tidak memilikinya seperti yang mungkin Anda bayangkan. Yang Anda miliki adalah sebuah entri dalam rantai perantara—broker, kustodian, clearinghouse, dan settlement—yang membutuhkan beberapa hari. Sistem ini memang bekerja, tetapi lambat, berlapis, dan sebagian besar tidak terlihat sampai sesuatu bermasalah.

Tokenisasi seharusnya memperbaiki ini. Namun dalam praktiknya, banyak produk “tertokenisasi” hanyalah pembungkus: sebuah token yang menunjuk pada aset yang masih tersimpan di infrastruktur lama. Anda tidak bisa melakukan settlement secara instan, dan Anda juga tidak benar-benar bisa memakainya dengan bebas di DeFi.

Jadi pertanyaan menarik untuk sesuatu seperti Dusk Trade bukanlah “bisakah Anda tokenisasi ETF”—banyak orang bisa membuat token. Pertanyaannya adalah apakah aset yang Anda pegang merupakan kepemilikan nyata yang melakukan settlement langsung di blockchain itu sendiri, dan bisa bergerak tanpa harus meminta izin dari tiga perantara terlebih dahulu.

Ini lebih sulit daripada kedengarannya. Neobroker adalah bisnis yang sudah sangat kejam. Melakukannya sebagai MTF yang teregulasi, sesuai aturan UE, dengan settlement instan dan komposabilitas, berarti menyelaraskan hal-hal yang biasanya saling bertentangan: aset yang terizinkan dan patuh regulasi versus pasar terbuka yang dapat diprogram.

Jika berhasil, pengguna yang akan memakainya adalah investor biasa yang menginginkan MMF, obligasi, dan ETF yang benar-benar berperilaku seperti aset onchain. Yang membuatnya goyah: jika “instan” dan “komposable” diam-diam kembali menjadi T+2 dengan langkah tambahan.

@Dusk_Foundation

#dusk

$DUSK

Hal terpenting untuk tokenized real-world assets (aset dunia nyata yang tertokenisasi)?
A. True onchain ownership
B. Instant settlement ⚡
C. DeFi composability 🔗
D. Regulatory compliance 🛡️
9 jam lagi