Saat membahas keamanan P2P, dulu saya berpikir terutama tentang melindungi pembeli. Namun semakin banyak yang saya pelajari, semakin saya menyadari bahwa pedagang juga menghadapi risiko dan memerlukan proses verifikasi mereka sendiri. Perdagangan P2P melibatkan dua pihak, jadi tanggung jawab tidak bisa sepenuhnya diletakkan pada satu pihak.

Sebagai pembeli, saya perlu memeriksa pihak lawan transaksi, ketentuan, dan informasi pembayaran. Sebagai penjual, saya juga perlu memastikan bahwa pembayaran benar-benar sudah diterima sebelum melepas kripto. Kedua belah pihak harus menjaga transaksi tetap berada di platform dan menyimpan bukti bila diperlukan.

Hal ini membantu saya memahami dengan lebih baik mengapa seorang pedagang mungkin berhati-hati saat menangani pesanan yang berisi informasi yang kurang jelas. Kehati-hatian tersebut tidak selalu berarti mereka tidak ingin menjual; mereka mungkin hanya berusaha mengurangi risiko terhadap akun dan transaksi mereka.

Pedagang juga perlu berkomunikasi dengan jelas dan mengikuti proses yang tepat. Keamanan tidak boleh pernah digunakan sebagai alasan untuk meminta pembeli melakukan langkah-langkah yang tidak jelas atau memindahkan transaksi ke tempat lain.

Melihat kedua sisi juga membantu saya menghindari gagasan sederhana bahwa “satu pihak perlu dilindungi sementara pihak lainnya memikul tanggung jawab.” Faktanya, kedua pihak perlu melakukan bagiannya.

Keamanan P2P bukan tentang satu pihak melindungi pihak lain. Ini tentang kedua belah pihak mengurangi risiko dengan mengikuti proses yang sama-sama jelas.

#binancep2pantoan @Binance Vietnam $BTC $LINK $ETH