JPMorgan memblokir platform prediksi namun diam-diam memberi sinyal baik
The Financial Times mengungkapkan JPMorgan memberi tahu Polymarket pada Oktober tahun lalu bahwa pihaknya tidak lagi menyediakan layanan perbankan, dengan alasan kekhawatiran terkait regulasi. Usaha pasar prediksi ini bisnis yang identitasnya terlalu sensitif.
Polymarket sebelumnya pernah dikenai denda oleh regulator AS sebesar 1,4 juta dolar karena beroperasi tanpa izin. Sejak 2022 dilarang melayani pengguna AS. Hanya setelah aturan dilonggarkan pada akhir tahun, mereka kembali membidik pasar AS.
Setelah diblokir, mereka mengganti bank. Detail siapa banknya tidak dipublikasikan.
Namun yang paling absurd terjadi: pada bulan Februari, JPMorgan masih mengundang CEO Polymarket untuk tampil dalam acara pertemuan khusus bagi nasabah pribadinya. Secara diam-diam, mereka juga masih berupaya agar perusahaan tersebut kelak melakukan IPO yang mereka jamin penjualannya.
Di satu sisi menutup pintu, di sisi lain menyerahkan kartu nama. Aksi ini sungguh “ganda” dan “nggak konsisten”.
Sebetulnya bisa dipahami. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar prediksi berkembang terlalu cepat: Piala Dunia, pemilu, dan berbagai peristiwa besar. Volume transaksi kerap mencetak rekor. Wall Street pun iri dan kepengin.
Tapi garis merah regulasi jelas ada. Bank paling takut terseret. Tim kepatuhan lebih memilih “salah bunuh diri” daripada membiarkan sesuatu lolos, jadi mereka memutuskan pemisahan lebih dulu. Tujuannya menjaga izin, lalu menunggu kebijakan yang lebih jelas agar bisa kembali mengais bisnis.
Ini jadi peringatan bagi semua platform pasar prediksi: sekencang apa pun arusnya, jika pintu bank ditutup, tak ada yang bisa menyelamatkan. Kepatuhan adalah urat nadi untuk tetap hidup.
Menurutmu, industri pasar prediksi bisa menunggu datangnya hari “pemutihan” (blacklist dicabut)? Diskusikan di kolom komentar.
Klik foto profil untuk menonton live
Setiap hari saya ajak kamu ikuti sorotan pasar prediksi—bukan cuma melihat berita apa yang terjadi, tapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👉🦖
#Polymarket #pasar prediksi
The Financial Times mengungkapkan JPMorgan memberi tahu Polymarket pada Oktober tahun lalu bahwa pihaknya tidak lagi menyediakan layanan perbankan, dengan alasan kekhawatiran terkait regulasi. Usaha pasar prediksi ini bisnis yang identitasnya terlalu sensitif.
Polymarket sebelumnya pernah dikenai denda oleh regulator AS sebesar 1,4 juta dolar karena beroperasi tanpa izin. Sejak 2022 dilarang melayani pengguna AS. Hanya setelah aturan dilonggarkan pada akhir tahun, mereka kembali membidik pasar AS.
Setelah diblokir, mereka mengganti bank. Detail siapa banknya tidak dipublikasikan.
Namun yang paling absurd terjadi: pada bulan Februari, JPMorgan masih mengundang CEO Polymarket untuk tampil dalam acara pertemuan khusus bagi nasabah pribadinya. Secara diam-diam, mereka juga masih berupaya agar perusahaan tersebut kelak melakukan IPO yang mereka jamin penjualannya.
Di satu sisi menutup pintu, di sisi lain menyerahkan kartu nama. Aksi ini sungguh “ganda” dan “nggak konsisten”.
Sebetulnya bisa dipahami. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar prediksi berkembang terlalu cepat: Piala Dunia, pemilu, dan berbagai peristiwa besar. Volume transaksi kerap mencetak rekor. Wall Street pun iri dan kepengin.
Tapi garis merah regulasi jelas ada. Bank paling takut terseret. Tim kepatuhan lebih memilih “salah bunuh diri” daripada membiarkan sesuatu lolos, jadi mereka memutuskan pemisahan lebih dulu. Tujuannya menjaga izin, lalu menunggu kebijakan yang lebih jelas agar bisa kembali mengais bisnis.
Ini jadi peringatan bagi semua platform pasar prediksi: sekencang apa pun arusnya, jika pintu bank ditutup, tak ada yang bisa menyelamatkan. Kepatuhan adalah urat nadi untuk tetap hidup.
Menurutmu, industri pasar prediksi bisa menunggu datangnya hari “pemutihan” (blacklist dicabut)? Diskusikan di kolom komentar.
Klik foto profil untuk menonton live
Setiap hari saya ajak kamu ikuti sorotan pasar prediksi—bukan cuma melihat berita apa yang terjadi, tapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👉🦖
#Polymarket #pasar prediksi