Escrow chỉ benar-benar berfungsi ketika pengguna mengikuti dengan tepat prosedur.

Misalnya, jika rekan meminta Anda pindah ke Telegram atau Zalo untuk “bertransaksi lebih cepat”, jika Anda percaya pada tangkapan layar daripada memeriksa akun rekening bank, atau jika Anda membuka kunci crypto hanya karena pihak lain terus-menerus mendesak—tindakan-tindakan tersebut justru dapat melemahkan lapisan perlindungan yang disediakan platform.

Jadi, pertanyaan “Apakah Binance P2P aman?” mungkin belum menjadi pertanyaan yang lengkap.

Pertanyaan yang lebih praktis adalah:
“Apakah saya sedang menggunakan mekanisme perlindungan yang benar yang disediakan Binance P2P?”

Sebelum melakukan transaksi, periksa profil rekan, Completion Rate, jumlah transaksi, dan Merchant Badge (jika ada). Saat transaksi berlangsung, simpan semua pertukaran penting di chat Binance P2P dan jangan memindahkan transaksi keluar dari platform.

4 Kebiasaan “Bertahan Hidup” Setiap Kali Membuat Order:

- Teliti rekan dagang: Cek Completion Rate, jumlah order yang selesai, dan pastikan nama akun bank cocok 100% dengan nama KYC.

- Chat 100% di dalam platform: Semua pertukaran dan kesepakatan harus berada dalam ruang chat Binance P2P.

- Prinsip untuk pihak Penjual: Uang belum masuk ke aplikasi Bank = ABSOLUT TIDAK BOLEH membuka kunci crypto.

- Gunakan Appeal jika terkena masalah: Simpan Order ID dan bukti/invoice, lalu klik When d complaint (Appeal) langsung pada order, bukan menyepakati di luar.

Hanya beberapa detik untuk memeriksa profil dan saldo sebenarnya jauh lebih mudah daripada harus berurusan menyelesaikan insiden. Escrow memberikan lapisan perlindungan, tetapi disiplin dan kewaspadaan Andalah kunci keselamatan paling utama!

@Binance Vietnam #BinanceP2PAnToan
$DUSK $POL $AKE
#BankOfRussiaToLimitRetailCryptoFromSep1
#SpaceXRisesNearly12%Intraday