Uangnya Sudah Masuk. Lalu Saya Mendapat Chargeback.
Pada 14 Agustus, saya punya pesanan P2P senilai 20.000.000 VND.
Pembayaran masuk ke rekening saya.
Saya memeriksa jumlahnya. Semuanya terlihat normal.
Jadi saya melepas kriptonya.
Selesai, kan?
Belum tentu.
Inilah bagian P2P yang menurut saya mudah diremehkan. Pembayaran bisa terlihat benar-benar nyata saat masuk, dan tetap jadi masalah nanti kalau metode pembayaran memungkinkan pengirim untuk membatalkan atau mempersengketakan transaksi.
Makanya, “uangnya ada di rekening bank saya” hanya satu bagian dari pengecekan.
Saya juga mempertimbangkan siapa yang mengirimnya, bagaimana pengirimannya, dan apakah pembayaran itu sesuai dengan pesanan.
Kalau pembeli meminta memakai rekening orang lain, mengubah detail pembayaran di tengah jalan, atau tiba-tiba meminta untuk melanjutkan di luar Binance, saya akan berhenti dan memverifikasi—bukan menganggap transfer yang berhasil itu sebagai akhir cerita.
Saya juga tidak akan menghapus apa pun setelah transaksi.
ID Pesanan, riwayat chat, catatan pembayaran, dan screenshot bisa jadi penting jika pembayaran nantinya dibatalkan.
Binance merekomendasikan untuk mendokumentasikan transaksi dan menggunakan proses Appeal resmi jika terjadi chargeback atau pembalikan transaksi.
Pelajarannya bagi saya bukan “jangan pernah percaya pembayaran.”
Lebih sederhana dari itu:
Pembayaran bisa nyata, tapi tetap tidak final.
Itulah sebabnya keamanan P2P tidak hanya soal mengecek apakah uang sudah masuk.
Intinya adalah mengecek seluruh transaksi sebelum Anda melepas kriptonya.
@Binance Vietnam
#BinanceP2PAnToan
Kalau uangnya sudah ada di rekening Anda, apa yang akan Anda cek sebelum melepas kripto?
Payment amount
Sender name
Payment method
All of the above
11 jam lagi